AHMEDDABAD, TERMINALNEWS.ID – Sebuah tragedi besar terjadi di India setelah pesawat Air India dengan nomor penerbangan 171 jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad menuju London Gatwick. Polisi setempat melaporkan bahwa lebih dari 200 jenazah telah ditemukan dari lokasi kecelakaan, dan kemungkinan tidak ada korban selamat dari insiden ini.
Korban Mayoritas Warga India dan Inggris
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner tersebut membawa 242 orang di dalamnya, termasuk 169 warga negara India, 53 warga Inggris, 7 warga Portugal, dan 1 warga Kanada. Kecelakaan tragis ini menjadi insiden fatal pertama yang melibatkan pesawat Boeing 787 Dreamliner sejak model tersebut mulai beroperasi secara komersial pada 2011.
PM Narendra Modi: “Tragedi yang Tak Terlukiskan”
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebut kejadian ini sebagai “tragedi yang memilukan hati dan tak terlukiskan dengan kata-kata.”
Sementara itu, CEO Air India, Campbell Wilson, menyampaikan duka mendalam dan menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan bantuan kepada keluarga korban serta mendukung proses evakuasi dan investigasi.

Lokasi Jatuh: Asrama Mahasiswa Kedokteran
Pesawat dilaporkan jatuh sekitar pukul 13:39 waktu setempat dan menghantam sebuah asrama milik B.J. Medical College. Banyak mahasiswa kedokteran diduga turut menjadi korban karena insiden terjadi saat jam makan siang. Polisi menyebutkan setidaknya 204 jenazah telah ditemukan, dan 41 orang lainnya tengah dirawat karena luka-luka.
Investigasi Internasional Segera Dimulai
Penyelidikan sedang berlangsung untuk mencari penyebab kecelakaan. Regulator penerbangan internasional, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil Inggris dan tim dari Boeing, akan bergabung dengan otoritas India dalam proses investigasi. Fokus utama penyelidik adalah menemukan kotak hitam untuk merekonstruksi kejadian sebelum kecelakaan.
GE Aerospace dan Boeing Siap Bantu Investigasi
Pesawat yang jatuh dilengkapi mesin buatan GE Aerospace, perusahaan asal Amerika Serikat. GE menyatakan “sangat berduka” dan siap mendukung proses investigasi. Boeing juga mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan bekerja sama penuh dengan pihak Air India dan otoritas terkait.
Kompensasi dari Tata Group dan Dukungan Rehabilitasi
Tata Group, pemilik mayoritas Air India, menyatakan akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee (sekitar Rp1,87 miliar) kepada keluarga korban. Selain itu, mereka akan membantu membangun kembali asrama mahasiswa kedokteran yang hancur akibat insiden tersebut.
Reaksi Dunia Internasional
Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, mengungkapkan “kesedihan mendalam” atas meninggalnya tujuh warganya dalam kecelakaan ini. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Raja Charles III dari Inggris menyampaikan belasungkawa mereka. PM Inggris Keir Starmer menyebut insiden ini sebagai “peristiwa memilukan” dan menegaskan pemerintah Inggris sedang bekerja sama dengan otoritas India untuk mendukung para korban.
Saham Boeing Turun Drastis
Setelah insiden ini, saham Boeing anjlok hampir 8% dalam perdagangan pra-pasar di Amerika Serikat. Kepercayaan publik terhadap Boeing kembali terpukul, meski sebelumnya seri 787 dikenal memiliki catatan keselamatan yang baik, tidak seperti 737 Max yang terlibat dalam dua kecelakaan besar pada 2018 dan 2019.


