TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Sejumlah pedagang Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengkhawatirkan pembangunan gedung baru pasar tradisional terbesar di wilayah Bogor Barat itu tidak rampung sesuai target dan berpotensi mangkrak.
Kekhawatiran tersebut terutama tertuju pada bangunan yang dikenal sebagai Blok Kapal, yang berada di bagian depan pasar dan menghadap jalan raya utama Leuwiliang. Hingga saat ini, bangunan tersebut masih terlihat terbuka dan belum sepenuhnya rampung. Sejumlah infrastruktur penunjang pasar juga disebut masih dalam tahap pengerjaan.
Suryani, salah seorang pedagang yang kehilangan kios akibat kebakaran Pasar Leuwiliang pada 2023, mengaku cemas melihat perkembangan pembangunan yang dinilainya belum menunjukkan penyelesaian secara menyeluruh.
Padahal, ia bersama pedagang lainnya telah mendapat informasi dari Perumda Pasar Tohaga selaku pengelola pasar maupun kontraktor pelaksana bahwa pembangunan gedung baru tersebut membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

“Namun, jika melihat kondisi pekerjaan saat ini, terutama bangunan di bagian depan yang masih terbuka dan belum selesai, ditambah beberapa infrastrukturnya yang belum rampung, kami khawatir pembangunannya bakal mangkrak,” ujar Suryani kepada TERMINALNEWS.ID, Kamis (29/10/2026).
Menurut Suryani, selama dua tahun terakhir, dirinya bersama pedagang lainnya terpaksa berjualan di bedeng-bedeng sementara yang disediakan Perumda Pasar Tohaga.
Kondisi tempat berjualan sementara itu dinilai kurang nyaman. Saat siang hari, udara di dalam bedeng terasa panas. Sementara ketika hujan turun, area di sekitar tempat berjualan kerap becek akibat genangan air.
Ia berharap pembangunan gedung baru Pasar Leuwiliang segera dituntaskan agar para pedagang dapat kembali menempati kios dan los yang lebih layak.
“Kami sangat khawatir jika pembangunan yang ditargetkan memakan waktu dua tahun ini justru molor hingga 2027. Padahal, targetnya selesai pada Desember 2026,” tandasnya.
Perumda Tohaga Pastikan Pembangunan Selesai Tepat Waktu
Menanggapi kekhawatiran sejumlah pedagang tersebut, Kepala Unit Pasar Perumda Pasar Tohaga Leuwiliang, Mulyadi, mengaku dapat memahami keresahan yang muncul di kalangan pedagang.
Meski demikian, ia memastikan pembangunan gedung baru Pasar Leuwiliang yang sebelumnya mengalami kebakaran hebat pada 2023 itu kini telah mencapai progres lebih dari 90 persen.
“Pembangunan gedung baru Pasar Leuwiliang saat ini sudah di atas 90 persen dan dipastikan selesai tepat waktu,” kata Mulyadi.
Ia juga menjelaskan, jumlah pedagang yang tercatat akan menempati kios dan los baru yang disediakan Perumda Pasar Tohaga mencapai 1.301 orang.
Dari jumlah tersebut, para pedagang telah memasuki tahap pembayaran cicilan kios. Sementara itu, masih terdapat sekitar lima persen yang belum menyelesaikan proses pendaftaran.

“Dari 1.301 pedagang yang terdaftar, saat ini sudah melakukan tahap pembayaran cicilan kios. Masih ada sekitar lima persen lagi yang belum melakukan pendaftaran,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan, persoalan administrasi, termasuk penentuan kepemilikan kios bagi pedagang di Blok A dan Blok B, saat ini sudah tidak mengalami kendala.
Karena itu, ia meminta para pedagang untuk tetap bersabar hingga seluruh proses pembangunan dan penataan pasar selesai.
Khusus untuk bangunan Blok Kapal yang menjadi perhatian pedagang, Mulyadi memastikan pengerjaannya akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Untuk bangunan di Blok Kapal atau bagian depan, dipastikan dalam waktu dekat ini akan segera selesai,” pungkasnya. (Jefri Sukapura)

