JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum memberikan penghargaan kepada tunggal putra andalan mereka, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang sukses menjuarai Kejuaraan Asia Junior (Badminton Asia Junior Championships/BAJC) 2025 di GOR Indoor Manahan, Solo, pada 18–27 Juli lalu.
Kemenangan ini menjadi tonggak bersejarah bagi sektor tunggal putra Indonesia setelah 24 tahun menanti gelar di ajang bergengsi tersebut.
Dalam seremoni yang digelar di Jakarta, Rabu (13/8), Ubaidillah—yang akrab disapa Ubed—menerima apresiasi berupa deposito senilai Rp45 juta dan satu unit televisi Polytron berukuran 42 inci.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin.
“Perjuangan atlet untuk bisa juara di ajang Asia Junior bukan hal mudah. Di sektor tunggal putra, Indonesia sudah lama tidak menjadi juara, dan kali ini akhirnya tercapai. Prestasi Ubed patut diapresiasi,” ujar Yoppy.
Yoppy menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat Ubed untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia.
Ubed tampil konsisten sepanjang turnamen dan berhasil memutus dominasi China di sektor tunggal putra.
Pada partai final, ia menundukkan wakil Negeri Tirai Bambu, Liu Yang Ming Yu, dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-17.
Kemenangan ini menempatkan Ubed sebagai tunggal putra ketiga Indonesia yang mampu menjuarai BAJC.
Sebelumnya, gelar tersebut hanya pernah diraih Taufik Hidayat pada 1997 dan Ardiansyah pada 2001.
“Ini capaian yang luar biasa, apalagi mengingat sektor tunggal putra Indonesia terakhir juara di ajang ini hampir seperempat abad lalu,” kata Yoppy.
Dalam kesempatan yang sama, Ubed menyampaikan rasa terima kasih kepada PB Djarum atas dukungan yang diberikan selama ini.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PB Djarum atas dukungan yang selalu maksimal, baik dari pelatih, fasilitas, maupun semangat dari para senior. Apresiasi ini tentu menjadi motivasi tambahan untuk terus bekerja keras,” ujarnya.
Pebulu tangkis kelahiran 2007 tersebut sudah menetapkan target berikutnya, yakni meraih gelar di Kejuaraan Dunia Junior (World Junior Championships/WJC) 2025 yang akan berlangsung di Guwahati, India, pada akhir tahun ini.
“Saya akan mempertahankan performa, berlatih disiplin, dan berusaha membawa harum nama bangsa di level dunia,” tegasnya.
Selain menyerahkan penghargaan kepada para atlet berprestasi, PB Djarum juga memanfaatkan momentum ini untuk mengumumkan pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2025.
Ajang pencarian bakat ini akan digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8–12 September mendatang.
Audisi terbuka untuk calon atlet putra-putri di kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12. Pendaftaran daring telah dibuka dan akan berakhir pada 31 Agustus.
“Ubed adalah contoh nyata dari suksesnya kaderisasi atlet di PB Djarum. Kami berharap audisi ini bisa melahirkan penerus-penerus yang kelak mengharumkan nama Indonesia,” kata Yoppy.
Program audisi umum PB Djarum dikenal sebagai salah satu jalur pembinaan pebulu tangkis muda terbaik di Indonesia.
Dari program ini, banyak lahir atlet nasional yang kemudian menorehkan prestasi internasional, termasuk legenda bulu tangkis seperti Liem Swie King, Alan Budikusuma, hingga generasi saat ini.
Tidak hanya Ubed, PB Djarum juga memberikan penghargaan kepada atlet-atlet muda lainnya yang berprestasi di BAJC 2025.
Mereka adalah Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine (runner-up ganda campuran), Richie Duta Richardo (semifinalis tunggal putra), serta pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine (semifinalis ganda putri).
Untuk para peraih prestasi tersebut, PB Djarum memberikan hadiah berupa televisi Polytron berukuran 43 inci.
Penghargaan ini diharapkan menjadi dorongan bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih gelar di turnamen-turnamen berikutnya.
PB Djarum menegaskan komitmennya dalam pembinaan atlet bulu tangkis muda melalui fasilitas pelatihan modern, program pembinaan berkelanjutan, serta dukungan penuh terhadap pengembangan karakter dan mental bertanding.
“Kami tidak hanya melatih teknik, tetapi juga menanamkan semangat pantang menyerah dan sportivitas. Prestasi Ubed adalah bukti nyata bahwa pembinaan yang konsisten membuahkan hasil,” ujar Yoppy.
Dengan kemenangan Ubed di BAJC 2025, sektor tunggal putra Indonesia diharapkan kembali disegani di level junior maupun senior.
Para pengurus PB Djarum optimistis prestasi ini dapat menjadi awal kebangkitan dan mendorong lahirnya juara-juara baru di masa mendatang.
Keberhasilan ini juga memberi harapan bagi pecinta bulu tangkis Indonesia bahwa regenerasi atlet berjalan baik, dan dengan dukungan pembinaan yang tepat, Indonesia bisa terus bersaing di panggung dunia.

