MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Michael Jordan dan Scottie Pippen dikenal sebagai duo terbaik sepanjang sejarah NBA, membawa Chicago Bulls meraih enam gelar juara NBA pada era 1990-an, yang terbagi dalam dua periode three-peat (1991–1993 dan 1996–1998).
Kebersamaan mereka dimulai ketika Scottie Pippen direkrut oleh Bulls pada NBA Draft 1987 sebagai pilihan kelima secara keseluruhan. Sejak saat itu, chemistry mereka di lapangan tumbuh pesat.
Jordan dikenal sebagai pencetak angka ulung, sementara Pippen menjadi tandem sempurna dengan melakukan berbagai tugas “kotor” untuk menunjang performa sang megabintang.

Prestasi Michael Jordan dan Scottie Pippen Bersama Chicago Bulls
-
Durasi Bermain Bersama: 10 musim (1987–1993, 1995–1998)
-
Juara NBA: 6 kali (1991–1993, 1996–1998)
-
Finals MVP: 6 kali oleh Jordan
-
NBA MVP: 5 kali oleh Jordan (1988, 1991–1992, 1996, 1998)
-
All-Star: 9 kali untuk Jordan, 6 kali untuk Pippen
-
All-NBA Teams:
-
Jordan: 9 kali First Team
-
Pippen: 2 kali First Team, 2 kali Second Team, 2 kali Third Team
-
-
Hall of Fame: Keduanya masuk dua kali—secara individu (Jordan pada 2009, Pippen pada 2010) dan sebagai bagian dari “Dream Team” 1992 (2010)
Namun, meski sukses besar di lapangan, hubungan pribadi keduanya tidak selalu harmonis. Karakter Jordan yang kompetitif sering berbenturan dengan sikap santai Pippen. Bahkan, publik jarang tahu bahwa Pippen sempat hampir ditukar ke Seattle Supersonics—dengan persetujuan Jordan sendiri.

Michael Jordan Sempat Mendukung Trade Pippen ke Seattle Supersonics
Setelah pensiun mendadak dari NBA pada 1993 usai kematian ayahnya, Jordan beralih ke bisbol dan bergabung dengan Chicago White Sox. Saat itu, Pippen menjadi andalan utama Bulls, namun ia tidak puas dengan kepemimpinan pelatih Phil Jackson dan meminta untuk ditukar.
Manajer umum Bulls, Jerry Krause, nyaris menukar Pippen ke Seattle Supersonics dengan imbalan Shawn Kemp, Ricky Pierce, dan satu draft pick putaran pertama.
George Karl, pelatih Supersonics saat itu, mengungkap kisah tersebut dalam autobiografinya Furious George. Ia sangat tertarik membayangkan duet Scottie Pippen dan Gary Payton di lini pertahanan Seattle.
Karl pun menghubungi Jordan untuk meminta pendapatnya tentang trade besar ini. Respons Jordan sangat jelas:
“Lakukan saja. Scottie bisa membuat pemain lain lebih baik. Kemp tidak bisa.”
Mengapa Trade Scottie Pippen Gagal Terwujud?
Kesepakatan hampir terjadi, hingga bocoran informasi menyebar di radio lokal Seattle dan memicu kemarahan fans yang sangat mencintai Kemp. Akhirnya, pemilik Supersonics, Barry Ackerley, membatalkan kesepakatan tepat sebelum NBA Draft dimulai.
“Beberapa menit sebelum draft dimulai, Ackerley membatalkan kesepakatan. Ketika saya beri tahu Krause, dia sangat marah,” tulis Karl.
Keputusan ini akhirnya mengubah lanskap NBA dekade 1990-an. Jordan kembali ke Bulls pada 1995, dan bersama Pippen, mereka memenangkan tiga gelar NBA lagi (1996–1998).
Ironisnya, Chicago Bulls mengalahkan Seattle Supersonics di Final NBA 1996 dalam enam pertandingan—seolah menjadi karma bagi keputusan yang tak jadi dilakukan.


