BerandaSportMenpora Ambil Alih Seleknas...

Menpora Ambil Alih Seleknas Tinju untuk SEA Games 2025, Stakeholder Nilai Langkah Tepat

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo untuk mengambil alih pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) dan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga tinju dinilai sebagai langkah strategis oleh berbagai pihak.

Langkah ini dipandang sebagai upaya menyelamatkan masa depan atlet tinju Indonesia, khususnya menjelang pelaksanaan SEA Games 2025 di Thailand.

“Kita membuka seleknas ini dalam rangka persiapan SEA Games 2025 Thailand. Kenapa Kemenpora melakukan seleknas? Karena memang cabang olahraga ini menghadapi kendala yang berpotensi mengganggu masa depan para atlet,” ujar Menpora Dito Ariotedjo dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Dito menegaskan, dalam konteks multi event seperti SEA Games, partisipasi merupakan tanggung jawab negara.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenpora mengambil alih proses seleksi untuk menghindari kerugian pada para atlet yang telah berlatih dan berprestasi.

“Kami berkomitmen bahwa pembinaan olahraga nasional tetap mengacu pada federasi internasional yang diakui oleh International Olympic Committee (IOC),” kata Dito menegaskan.

Baca Juga :   Setahun Pemerintahan Prabowo, Erick Thohir Deregulasi 191 Permen dan Perbaiki Tata Kelola Kemenpora

Keputusan Kemenpora ini muncul di tengah kisruh di dunia tinju amatir internasional, di mana International Boxing Association (IBA) dibekukan oleh IOC, dan World Boxing kini menjadi badan yang diakui secara resmi untuk mewadahi tinju amatir di level dunia.

Kondisi tersebut memengaruhi situasi di dalam negeri, di mana sejumlah pengurus dan pelatih daerah merasa kehilangan arah dalam pembinaan atlet, terutama dalam menghadapi ajang internasional seperti SEA Games dan Olimpiade.

Salah satu yang menyuarakan dukungan adalah mantan petinju nasional Bonyx Yusak Saweho, yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade Athena 2004.

Menurutnya, langkah Kemenpora sangat tepat untuk menyelamatkan tinju amatir Indonesia dari ketidakpastian arah organisasi.

“Kami di daerah merasa kebingungan. Pembekuan IBA dan pengakuan World Boxing oleh IOC harus segera disikapi. Dengan langkah Kemenpora ini, kami merasa ada kepastian untuk masa depan atlet,” ujar Bonyx saat dihubungi awak media, Minggu (20/7/2025).

Baca Juga :   Kemenpora Buka Seleksi Deputi Industri Olahraga

Bonyx, yang kini aktif membina petinju muda di Manado, menaruh harapan besar pada kepengurusan baru Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang kini berafiliasi dengan World Boxing.

Ia menilai afiliasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengantar petinju Indonesia kembali ke panggung internasional.

“Saya berharap Perbati sebagai organisasi yang sah dapat membawa atlet kita ke event-event bergengsi dunia, baik single event maupun multi event,” tambahnya.

Dukungan serupa datang dari Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang SH. Ia memuji langkah cepat dan tegas Menpora dalam menata kembali pembinaan tinju amatir nasional.

“Sangat tepat. Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk mengambil tanggung jawab dalam menentukan arah prestasi tinju nasional,” ujar Hengky.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang berkepentingan dalam dunia tinju nasional agar turut mendukung langkah pemerintah, dengan mengesampingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

Baca Juga :   Kejuaraan Menembak Internasional 'Brimob Xtreme 2025'

“Mari kita satukan langkah. Ini momentum untuk bersatu, mendukung Menpora demi menyelamatkan masa depan atlet dan prestasi tinju nasional. Kepentingan pribadi harus kita letakkan di belakang,” tegasnya.

Situasi ini menjadi sorotan setelah terjadinya dualisme dalam kepengurusan organisasi tinju di Indonesia pasca-pembekuan IBA.

Ketidakpastian itu sempat menimbulkan kebingungan di tingkat daerah dan pelatihan, termasuk dalam proses seleksi atlet menuju event internasional.

Kini dengan langkah Kemenpora mengambil alih Seleknas dan Pelatnas, diharapkan proses persiapan SEA Games 2025 dapat berjalan lancar dan para atlet dapat kembali fokus untuk meraih prestasi.

Langkah ini juga membuka jalan bagi organisasi yang berafiliasi dengan badan resmi internasional untuk menata ulang sistem pembinaan atlet, sekaligus memastikan Indonesia tetap kompetitif di ajang internasional.

Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan soliditas antar elemen, pemerintah optimistis prestasi tinju Indonesia dapat kembali bersinar, dimulai dari SEA Games 2025 Thailand.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Manajemen Garudayaksa FC Kupas Tuntas Proses Menuju Super League

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Manajemen Garudayaksa FC menggelar konferensi pers usai memastikan...

Drama Penalti dan Balas Dendam! Dua Juara Baru Lahir di MLSC Bekasi Seri 2 2026

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 2...

Widodo: Garudayaksa Tak Hanya Promosi, Bidik Juara

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan rasa syukur setelah...

MilkLife Archery Challenge 2026 Dorong Regenerasi Atlet Panahan

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 sukses...

- A word from our sponsors -