BerandaNewsNasionalMenkop Apresiasi Penguatan Ekonomi...

Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo

PURWOREJO, TERMINALNEWS.ID – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengapresiasi gelaran Operationalising Cooperative Ecosystem “Connecting Offtakers and Markets” yang dirangkai dengan peresmian Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Pendopo Purworejo, Sabtu (14/2). Inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo ini menjadi penegas bahwa pentingnya koperasi dan pengusaha lokal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Menteri Kopersi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa festival yang melibatkan berbagai pelaku usaha lokal ini adalah contoh konkret penguatan ekosistem koperasi yang perlu dijadikan agenda rutin. Pelaku usaha yang diwadahi dalam sebuah koperasi akan menjadikan mereka lebih kuat dan berdaya saing.

“Siang hari ini kita hadir dalam acara yang luar biasa di tempat yang luar biasa. Connecting offtakers and markets ini bukan acara main-main karena langsung menghubungkan produsen dan pembeli,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, dan Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono.

Menkop berharap agar kegiatan serupa menjadi agenda tetap di Purworejo dan dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya agar perputaran ekonomi yang lebih masif di masyarakat.

Baca Juga :   Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Menurutnya, saat ini banyak pelaku usaha lokal yang masih berjalan sendiri sebagai usaha perorangan, sehingga rentan kalah saing. Untuk itu ia mendorong agar mereka tergabung di dalam sebuah wadah koperasi agar lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan akses pasar.

330f4628 1273 4fcc 8ce3 5890dbb84879
Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo

“Sekarang pelaku UMKM kita dorong membentuk badan usaha yang cocok seperti koperasi. Kalau sudah punya koperasi, tinggal kita bantu permodalan. Kami ada LPDB yang siap mendampingi, mengkurasi, menginkubasi, dan membiayai koperasi,” jelasnya.

Sebagai strategi untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, pemerintah tengah menggelorakan program 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Melalui program ini diharapkan cita – cita para pendiri bangsa untuk mengembalikan sistem perekonomian berasas gotong royong dan kekeluargaan dapat kembali bangkit.

Ia memaparkan perjalanan koperasi yang sempat terpinggirkan setelah perubahan kebijakan ekonomi pada akhir 1990-an. Menurutnya, sistem pasar bebas kala itu menimbulkan stratifikasi sosial yang membuat pelaku ekonomi kecil, termasuk koperasi, tersisih.

“Itulah sebabnya Presiden Prabowo memberi amanah bahwa koperasi harus mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta. Koperasi harus bergerak cepat,” katanya.

Baca Juga :   Puas dengan Kinerjanya, Mansur Hidayat Diinginkan lagi Pimpin Kabupaten Pemalang

Dengan sinergi lintas Kementerian dan Lembaga secara simultan, saat ini program Kopdes/Kel Merah Putih siap beroperasi untuk tahap awal sekitar 30 ribu unit pada April 2026 mendatang. Kemudian secara bertahap akan dilanjutkan proses pembangunan aset fisiknya sehingga diharapkan pada akhir tahun 2026 seluruh Kopdes Merah Putih dapat beroperasi.

“Nanti pada Mei sampai September akan ada gelombang kedua. Insyaallah Desember semuanya selesai,” katanya.

Ferry juga menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI dalam memastikan Kopdes berjalan efektif. Ia meminta agar gerai koperasi juga dapat memberikan ruang bagi produk lokal masyarakat untuk dapat dipasarkan.

“Kita prioritaskan produk lokal. Silakan bikin produk sendiri. Ini kesempatan untuk menjawab masalah masyarakat, termasuk lapangan kerja,” ujarnya.

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih harus dipahami sebagai unit usaha yang harus menghasilkan keuntungan. Oleh sebab itu pengelolaannya harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab agar masyarakat sebagai anggota dapat benar-benar dapat merasakan manfaat dari Kopdes tersebut.

Baca Juga :   BGN: Tidak Ada Margin Makanan dalam Program MBG, Dana Bahan Baku Diawasi Ketat

“Masyarakat desa juga harus jadi pelaku ekonomi, bukan hanya objek. Ini tugas kita bersama agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menjelaskan bahwa Purworejo Expo merupakan ajang penting untuk menampilkan dan mempromosikan produk unggulan daerah, terutama karya masyarakat dan koperasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo.

Yuli berharap Kopdes Merah Putih yang saat ini sedang diakselerasi pembangunan fisiknya di Purworejo mampu memperkuat tata niaga, meningkatkan nilai tambah, serta membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha di desa dan kelurahan.

“Kopdes diharapkan dapat memperkuat tata niaga dan membuka akses pasar. Dengan kebersamaan, pertumbuhan ekonomi inklusif dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Purworejo, lanjut Yuli, mendukung penuh program Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ia berharap agar kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi koperasi dan masyarakat Purworejo.

“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat gerak koperasi dan menjadi ruang kolaborasi dan penguat jejaring antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana

TERMINALNEWS.ID, LHOKSEUMAWE - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melanjutkan...

Verta Mega Arlinsa Wakili Indonesia di The Miss Globe 2026, Angkat Isu Kehidupan Mantan Atlet

TERMINALNEWS.ID, PHUKET - Panggung kontes kecantikan dunia kini tak lagi sekadar...

4 Alasan Nilai Jual Kembali Mobil Mitsubishi Tetap Terjaga

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Nilai jual kembali atau resale value menjadi salah...

Analisis Tiga Kunci: Mengukur Kesiapan Aceh, Papua dan Maluku Lewat Kesejahteraan, Stabilitas dan Tata Kelola

OLEH: Tommy R. Arief WACANA tentang ketimpangan pembangunan di wilayah timur dan...

- A word from our sponsors -