JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sabtu 8/6/24 di pagi yang cerah, terlihat para Lansia di sekitar Jakarta Internasional Stadium berkumpul dengan sepedanya masing masing.
Mereka dengan semangat berbagi cerita, bercengkrama serta bersilaturahmi satu sama lain.
“Komunitas kami ini baru berdiri di tanggal 10 November 2023, sekarang jumlah anggota kami terdaftar sudah seratus empat anggota, kami kebetulan tinggal disekitaran Tanjung Priok , Kemayoran dan Pademangan,” tutur pak Halimi, Ketua Komunitas Sepeda Lansia Jakarta Internasional Stadium (KSL JIS).

“Rata rata umur anggota kami 60 an keatas ada juga yang sudah berumur diatas 80 tahun jadi pada awal berdiri anggota baru lima belas orang,” kata Halimi lagi.
“Selain untuk mencari sehat kami juga peduli akan lingkungan, karena dengan bersepeda badan bergerak dan tentunya metabolisme tubuh akan baik,” timpal Toro, yang juga anggota komunitas sepeda lansia ini.
“Anggota kami banyak yang pensiunan pegawai negri sipil, ada juga yang tergabung dalam Veteran purnawirawan TNI, juga ada yang profesional seperti pensiunan dibidang kontruksi bangunan dll, kami semua ini serba mandiri artinya gotong royong lah,” kata om Lukman yang juga sebagai pembina komunitas gowes diem diem (Godidem) ini menimpali.
Diakuinya, jika Misal mereka kumpul hampir setiap pagi, ada saja anggota yang gowes diseputaran Jakarta Internasional Stadium ini yang membawa makanan ringan seperti ubi atau singkong rebus dan aneka jajanan pasar.
“Bilamana ada event event gowes yang tidak terlalu jauh komunitas kami pasti ikut serta memeriahkan acara gowes tersebut seperti contoh Minggu lalu kami juga berpartisipasi dalam memperingati hari Sepeda sedunia,” kata Lukman.
Oleh karena itu Lukman juga berharap pemerintah lebih memperhatikan komunitas lansia ini seperti komunitas sepeda lansia ini.
“Kalau kita sehat tentunya keluarga kita juga senang melihat orang tuanya sehat tentu anak anak dirumah juga ikut senang dan bergembira,” ujar Lukman.

Sedangkan Toro mengakui bahwa mereka ingin menunjukan kepada komunitas lansia diseluruh Indonesia bahwa mereka lansia bukan ‘beban’ bagi pemerintah.
“Tetapi kami dapat berkontribusi bagi negara paling tidak kami peduli akan kesehatan kami dan lebih penting lagi kami peduli akan lingkungan dan tentunya ada penghematan energi karena kami tidak memakai kendaraan bermesin,” sebut Toro.
“Sekali lagi dengan semboyan kami Sehat, Aktif dan tentu Bahagia kami boleh menjadi contoh untuk komunitas lansia lainnya,” tutup Halimi.


