OLEH: ALEX PALIT
Whizzkid yang berarti “anak harapan” ini awalnya merupakan nama klub sepeda BMX yang bermarkas di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, kemudian berubah haluan menjadi grup band rock.
Sebagai band panggung yang belum punya album sendiri, grup band yang dimotori Ayat ini dalam aksi panggung dikenal banyak membawakan cover lagu-lagu Iron Maiden dan Judas Priest.
Untuk mengaktualisasikan potensinya, Whizzkid pun mengikuti ajang festival rock yang kala itu marak digelar, seperti Festival Rock se-Jakarta ’89 di Pekan Raya Jakarta (PRJ), dan berhasil menggondol juara pertama sekaligus sebagai juara umum.
Tahun 1990, bersama Jam Rock, Rudal Rock Band dan String Surabaya, Whizzkid ikut mengisi album keroyokan Indonesia – Rock Metal, dengan menyumbang lagu Cerita Hari Esok dan Cuci Mata, diproduseri Jelly Tobing (Atlantic Record).
Bersama grup band rock lainnya alumni Festival Rock se-Indonesia seperti Jam Rock, Elpamas, Grass Rock dan Rudal, Whizzkid ikut meriahkan pentas 10 Hours Jelly Tobing yang digelar di Stadion Menteng – Jakarta, 29 Juli 1990.
Termasuk sempat mengikuti ajang Festival Rock se-Indonesia VI (1991) yang digelar Log Zhelebour, mewakili peserta dari DKI Jakarta. Dengan formasi Ayat (gitar), Jaya (gitar), Achonk (bas), Agil (dram), Wiwik (kibor) dan Hengky Supit (vokal), lewat lagu wajib Nyanyian Kehidupan, Whizzkid mengukir prestasi sebagai juara kedua dan best performance di Festival Rock se-Indonesia VI. Sedang Hengky Supit dinobatkan sebagai vokalis terbaiknya.
Whizzkid kemudian direkrut oleh gitaris Gong 2000 Ian Antono untuk gabung dalam wadah Bengkel Musik Gong (BMG), ikut pendamping saat Gong 2000 mengelar di Sumedang dan Cirebon.
Dibawah naungan Bengkel Musik Gong (BMG), Whizzkid masuk dapur rekaman lewat single berjudul Percayalah, disusul album kedua Gadis Kecil (1994). Tak lama setelah itu, Hengky hengkang dari Whizzkid.
Album lainnya yang dirilis di Whizzkid, Langgam Cinta (1997), dan Whizzkid (2000), Satu Nafas Cinta (2006) dan Nothing but Love (2010). Dalam perjalanan bermusiknya, Whizzkid pun sempat mengalami pergantian vokalisnya.
Di tengah gelombang pasang-surut rock Indonesia, hingga kini Whizzkid masih menunjukkan eksistensinya, dengan formasi Ayat (gitar), Jaya (gitar), Achonk (bas), Agil (dram) dan Hengky Supit (vokal), Agustus 2022, kembali merilis mini album dengan best cut: Saling Menjaga, Baju dan Biar Kutemui.
*Alex Palit, jurnalis, penulis buku sejarah musik “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”


