JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Misa yang dipimpin Uskup bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan haru.
Kardinal Ignatius Suharyo memimpin perayaan itu, didampingi Wakil Uskup Romo Kolonel Yos Bintoro.
Ketika lagu-lagu perjuangan mengiringi prosesi masuk para imam dari empat matra — TNI AD, AL, AU, dan Polri — hati Meinar bergetar. Ia menyaksikan bagaimana semangat kebangsaan dan kekudusan iman berpadu indah dalam satu langkah menuju altar Tuhan.
“Pengalaman ini sungguh luar biasa,” tutur Meinar lirih.
“Rasanya berbeda sekali ketika lagu nasional bergema di dalam gereja. Ada suasana sakral yang menyala oleh cinta tanah air. Aku merasa kecil di hadapan sejarah, tapi juga begitu dekat dengan Tuhan.”
Tatapannya sempat terpaku pada deretan foto para pahlawan Katolik yang terpajang di dalam gereja. Wajah-wajah penuh keteguhan dan pengorbanan itu menyalakan kembali rasa bangganya sebagai bagian dari bangsa yang besar — bangsa yang dibangun oleh para pejuang yang setia hingga akhir.
“Momen itu membuatku semakin khusyuk,” ucapnya pelan. “Sejenak aku merenung, siapa pahlawan sejati dalam hidupku?”
Pertanyaan itu membawa Meinar pada satu nama yang selalu hidup di hatinya: almarhum Brigjen TNI (Purn) Nanno Purmono, sang ayah tercinta.
“Beliau adalah cinta pertamaku, pahlawan dalam hidupku,” ungkap Meinar.
“Papa lahir dari keluarga muslim, namun setia menapaki panggilannya sebagai Katolik hingga akhir hayat. Sebagai prajurit TNI AD, beliau pernah bertugas di berbagai daerah konflik dan menjadi Atase Pertahanan di KBRI Singapura pada 1997–2000.”
Dengan mata yang mulai basah, Meinar mengenang bagaimana sang ayah mengajarkan arti keteguhan dan pengabdian tanpa pamrih.
“Dari Papa, aku belajar bahwa menjadi pahlawan bukan hanya soal berjuang di medan perang,” katanya.
“Tapi juga tentang setia pada kebenaran, iman, dan panggilan hidup.”
Di akhir misa, Meinar menengadah, membiarkan rasa rindu dan syukur bertemu dalam doa.
“Terima kasih, Tuhan, Engkau begitu baik. Terima kasih untuk Papa, pahlawanku di bumi, yang kini beristirahat di surga bersama para kudus,” ucapnya dengan senyum lembut di wajah yang dipenuhi kedamaian.


