TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – McLaren merespons tudingan bos Alpine, Flavio Briatore, yang mempertanyakan independensi salah satu hakim dalam sidang Pengadilan Banding Internasional FIA. Briatore menilai hakim tersebut memiliki kedekatan dengan McLaren sehingga keputusan terkait hasil Grand Prix (GP) Monaco dinilai merugikan Alpine.
Kontroversi itu muncul setelah FIA pada Jumat (4/9/2026) memutuskan untuk mengembalikan dua penalti waktu masing-masing lima detik kepada pembalap Alpine, Pierre Gasly, dalam GP Monaco.
Keputusan tersebut membuat hasil balapan yang berlangsung hampir tiga bulan lalu kembali berubah.
Gasly sejatinya finis di posisi ketiga di lintasan. Namun, dua penalti lima detik akibat pelanggaran batas kecepatan di pit lane membuatnya turun ke posisi ketujuh.
Alpine kemudian mengajukan banding dan sempat memenangkan perkara tersebut. Penalti Gasly dibatalkan setelah ditemukan kesalahan pengukuran panjang pit lane oleh pencatat waktu resmi FIA.
Akan tetapi, McLaren dan Red Bull kemudian mengajukan banding dengan alasan keadilan olahraga. Pasalnya, pembalap McLaren, Oscar Piastri, juga terkena penalti lima detik akibat situasi yang sama dan kehilangan dua poin.
Briatore Pertanyakan Independensi Hakim
Setelah keputusan terbaru FIA diumumkan, Briatore secara terbuka mempertanyakan independensi salah satu dari empat hakim yang menangani perkara tersebut.
Menurut Briatore, pihak Alpine menemukan adanya hubungan antara hakim tersebut dengan McLaren. Ia menyinggung sebuah foto yang menunjukkan hakim itu pernah memberikan pidato dalam sebuah acara McLaren Special Operations (MSO) di Beverly Hills pada 2018.
Briatore juga menyebut adanya keterkaitan dengan One Drop Foundation, yayasan yang menurutnya pernah menerima mobil dari McLaren untuk kegiatan amal.

“Kami menerima keputusan tersebut, tetapi yang sangat aneh adalah dari empat hakim di panel, salah satunya bertindak seperti jaksa,” ujar Briatore.
Bos Alpine itu menilai kondisi tersebut menimbulkan persoalan serius terkait independensi panel hakim.
“Yang tidak saya terima adalah ketika ada hakim dalam panel. Kami membutuhkan seseorang yang independen,” kata Briatore.
Ia bahkan mempertanyakan mengapa seseorang yang disebutnya memiliki keterlibatan dengan McLaren bisa menjadi bagian dari panel yang menangani perkara tersebut.
McLaren Nilai Tuduhan Briatore Menghina
Bos McLaren, Andrea Stella, sebelumnya berusaha meredakan ketegangan dengan menegaskan bahwa banding diajukan berdasarkan prinsip integritas olahraga.
Namun, pernyataan tersebut tidak membuat Briatore mengubah pandangannya. Ia tetap menegaskan bahwa persoalan utama bukan keputusan akhir FIA, melainkan dugaan hubungan antara hakim dan McLaren.
Menurut laporan Sky Sports, FIA disebut percaya diri bahwa Pengadilan Banding Internasionalnya bekerja secara independen, termasuk dalam proses pemilihan anggota panel hakim.
McLaren juga disebut meyakini bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan hakim yang dimaksud Briatore.
Dengan demikian, McLaren menolak anggapan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi hubungan pribadi maupun kepentingan tim.
Hasil GP Monaco Kembali Berubah
Keputusan FIA terbaru membuat klasemen GP Monaco kembali berubah.
Sebelumnya, Gasly naik ke posisi ketiga setelah penalti dibatalkan. Namun, setelah banding McLaren dan Red Bull diterima, seluruh penalti awal dinyatakan tetap berlaku.
Akibatnya, pembalap Red Bull, Isack Hadjar, kembali menempati posisi ketiga. Piastri naik ke posisi keempat.
Dua pembalap Racing Bulls juga mendapatkan keuntungan. Liam Lawson naik ke posisi kelima, sedangkan Arvid Lindblad berada di posisi keenam.
Sementara itu, Gasly kembali terlempar ke posisi ketujuh.
Urutan hasil terbaru GP Monaco
| Posisi | Pembalap |
|---|---|
| 3 | Isack Hadjar |
| 4 | Oscar Piastri |
| 5 | Liam Lawson |
| 6 | Arvid Lindblad |
| 7 | Pierre Gasly |
Perubahan tersebut terjadi hampir tiga bulan setelah balapan GP Monaco berlangsung, menjadikannya salah satu perubahan hasil balapan F1 yang paling tidak biasa.
Persoalan awal bermula dari perbedaan pengukuran sepanjang 77 sentimeter pada pit lane. Alpine berargumentasi bahwa Gasly tidak melampaui batas kecepatan jika menggunakan jalur terpendek yang secara legal dapat ditempuh pembalap.

Namun, banding lanjutan yang diajukan McLaren dan Red Bull akhirnya membuat penalti awal kembali diberlakukan.

