JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Petenis asal Inggris, Max Basing, tampil gemilang dengan menjuarai nomor tunggal putra Amman Men’s World Tennis Championship Seri VI M-25.
Basing memastikan gelar setelah mengalahkan unggulan pertama asal Turki, Yanki Erel, dalam laga final yang berlangsung di lapangan tenis kawasan ITDC Nusa Dua, Bali, Minggu (7/9/2025).
Pertemuan dua petenis unggulan teratas itu berjalan ketat sejak awal. Erel yang berada di peringkat 508 dunia langsung memberi tekanan pada Basing.
Meski membutuhkan waktu 15 menit untuk meraih poin pertama di set pembuka, Basing harus mengakui keunggulan lawannya.
Erel berhasil mematahkan servis Basing di gim keempat dan mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-4.
Namun, memasuki set kedua, Basing bangkit. Petenis berusia 22 tahun itu menunjukkan konsistensi pukulan dari garis belakang serta daya tahan fisik yang prima.
Duel groundstroke panjang kerap terjadi, memaksa kedua finalis menguras energi.
Momentum penting datang di gim keenam set kedua. Basing yang sehari sebelumnya meraih gelar ganda putra bersama petenis Jepang, Koki Matsuda, sukses mematahkan servis Erel. Ia kemudian melaju dengan keunggulan 4-2 dan memperbesar jarak menjadi 5-2.
Namun, laga harus berakhir lebih cepat dari perkiraan. Saat jeda sebelum gim kedelapan, Erel mengalami masalah pada paha kiri.
Petenis kidal asal Turki itu sempat mendapat perawatan medis, bahkan berkonsultasi dengan pelatihnya serta diawasi langsung wasit. Setelah beberapa menit, Erel memutuskan mundur dari pertandingan.
Keputusan itu otomatis mengantarkan Basing menjadi juara tunggal putra Seri VI.
“Saya sangat puas dan gembira dengan hasil sempurna di turnamen ini. Sayangnya pertandingan harus berakhir dengan cara seperti ini karena lawan mengalami cedera,” kata Basing usai laga.
Kemenangan ini menambah catatan impresif Basing di Bali. Sehari sebelumnya, ia lebih dulu mengangkat trofi ganda putra bersama Matsuda, setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Lucky Candra Kurniawan/Tegar Abdi Satrio Wibowo di partai puncak.
Atas pencapaiannya di seri keenam, Basing yang saat ini berada di peringkat 580 dunia berhak atas hadiah uang sebesar US$ 4.612.
Sementara Erel yang berstatus runner-up membawa pulang US$ 2.701 beserta trofi penghargaan.
Meski partai final tunggal putra Seri VI baru saja selesai, turnamen Amman Men’s World Tennis Championship berlanjut tanpa jeda ke Seri VII.
Babak kualifikasi langsung digelar dengan sejumlah petenis Indonesia ikut berpartisipasi.
Tiga wakil tuan rumah yang turun di kualifikasi adalah Lucky Candra Kurniawan, Renaldi Aqila Salim, dan Ethan David Zapp. Dari ketiganya, hanya Lucky dan Ethan yang berhasil melangkah ke babak berikutnya.
Lucky Candra menundukkan petenis India, Shanker Heisnam, lewat pertarungan sengit dua set, 7-6 (tiebreak 4) dan 6-4. Sementara Ethan David Zapp bangkit dari kekalahan set pertama untuk mengalahkan petenis Irlandia, Cian Maguire, dengan skor 1-6, 7-5, 10-4.
Sayangnya, Renaldi Aqila gagal mengikuti jejak rekan-rekannya. Ia kalah tipis dari petenis Inggris Felix Mischker dengan skor 6-7 (tiebreak 4), 4-6.
Kehadiran para petenis muda Indonesia di ajang berlabel internasional ini diharapkan bisa menjadi pengalaman berharga.
Turnamen berlevel ITF M-25 tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan ketat, tetapi juga menjadi batu loncatan penting bagi petenis Indonesia untuk meningkatkan peringkat dunia.
Amman Men’s World Tennis Championship di Bali memang menjadi ajang rutin yang mempertemukan para petenis muda dunia.
Sejumlah pemain yang berlaga di seri-seri sebelumnya kini mulai menembus level ATP yang lebih tinggi.
Dengan digelarnya seri VI dan VII secara beruntun, Bali semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi penting dalam kalender ITF World Tennis Tour.
Selain menawarkan persaingan kompetitif, turnamen ini juga memberi dampak positif bagi pariwisata lokal dengan menarik atlet, pelatih, hingga penonton mancanegara.
Kemenangan Max Basing di tunggal dan ganda putra sekaligus menjadi catatan manis bagi kariernya.
Ia menunjukkan konsistensi dan kemampuan mengelola tekanan di level internasional, sebuah modal penting untuk menembus jajaran petenis elite dunia di masa depan.
Hasil Final Tunggal Putra Seri VI:
Max Basing (Inggris) vs Yanki Erel (Turki)
4-6, 5-2 (retired)


