PARIS, TERMINALNEWS.ID – Direktur olahraga Paris Saint-Germain (PSG), Luis Campos, buka suara soal pencapaian klub musim lalu serta siapa pemain yang pantas meraih Ballon d’Or 2025.
Dalam wawancara eksklusif bersama RMC Sport’s Rothen s’enflamme, Campos menegaskan bahwa Ousmane Dembélé adalah kandidat terkuat untuk membawa pulang trofi bergengsi tersebut pada 22 September mendatang.
“PSG punya sembilan nominasi Ballon d’Or, dan itu pencapaian luar biasa. Namun bagi saya, pemenangnya jelas: Ousmane Dembélé,” ujar Campos.
Menurut Campos, Dembélé sudah membuktikan diri sebagai pemain terbaik musim lalu. “Dia terpilih sebagai pemain terbaik Liga Champions, terbaik di liganya, dan memenangkan segalanya. Jika namanya Messi atau Ronaldo, mungkin tidak akan ada perdebatan,” tambahnya.
Argumen Luis Campos: Dembélé yang Terbaik

Campos, yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2029, tidak segan mengkritik proses pemungutan suara Ballon d’Or. Ia menilai bahwa wartawan yang tidak memilih Dembélé justru tidak layak memberikan suara.
“Kalau dia tidak menang, artinya para pemilih tidak kompeten. Saya bicara soal musim lalu, bukan prediksi masa depan seperti Lamine Yamal. Berdasarkan statistik dan pengaruhnya di semua kompetisi, Dembélé adalah yang paling menonjol. Hakimi dan Vitinha juga tampil fenomenal, tapi yang terbaik di Liga Champions dan Ligue 1 tetap Dembélé,” tegasnya.
Donnarumma Hengkang dan Filosofi Baru PSG
Selain Ballon d’Or, Campos juga menyinggung soal kepergian kiper Gianluigi Donnarumma ke Manchester City di bursa transfer musim panas. Menurutnya, keputusan itu mencerminkan perubahan identitas PSG.

“Ketika Donnarumma meminta gaji dengan standar PSG yang lama, kami harus konsisten dengan kebijakan baru: semua berbasis merit. Anda mendapat lebih kalau memang pantas. Karena tak ada kesepakatan, kami harus mencari solusi,” jelas Campos.
Ia menekankan bahwa PSG kini lebih mementingkan kolektivitas ketimbang sekadar mengandalkan bintang. “Kami merekrut bek tengah, bukan bek kanan lagi, karena gaya main lebih langsung. Kami butuh tinggi badan, kontrol bola, dan fleksibilitas taktik. Bintang sekarang adalah klub, bukan individu,” ungkapnya.
Luis Enrique Jadi Keputusan Terbaik

Campos juga menyebut penunjukan Luis Enrique sebagai pelatih adalah keputusan terbaik yang ia buat sejak bekerja di Paris. Ia mengenang pertemuan pertama mereka di Barcelona.
“Hanya dalam beberapa menit, saya tahu dia orang yang tepat. Dia juga merasakan chemistry itu. Saya langsung bilang ke presiden, dan dalam satu-dua hari kesepakatan tercapai,” kata Campos.
Enrique bahkan disebut sebagai sosok yang berani mengatakan langsung kepada Neymar bahwa sudah saatnya hengkang dari PSG. “Filosofi Luis Enrique adalah soal kolektivitas. Karena itu, dia tidak ragu berkata kepada Neymar: ‘Akan lebih baik jika kamu pergi,’” tutup Campos.


