TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Persaingan sengit antara Liverpool dan Manchester City kembali menjadi sorotan menjelang pertemuan kedua tim di Stadion Anfield pada Minggu (11/10/2026). Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju pada pertandingan Liga Inggris, tetapi juga pada kontroversi dugaan pelanggaran aturan finansial yang melibatkan Manchester City.
Dalam naskah sumber, Manchester City disebut dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan finansial yang terjadi pada periode 2009 hingga 2018. Putusan tersebut berpotensi memicu sanksi berat, mulai dari pengurangan poin hingga degradasi. Bahkan, kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi sepak bola Inggris turut menjadi sorotan.
Namun, Manchester City tetap mempertahankan posisinya bahwa mereka tidak bersalah. Klub berjuluk The Cityzens itu juga telah mengajukan banding resmi sehingga keputusan mengenai sanksi masih tertunda.
Kontroversi tersebut diperkirakan akan memengaruhi atmosfer pertandingan tandang Manchester City, termasuk ketika mereka bertamu ke markas Liverpool.
Suporter Liverpool Siapkan Sambutan di Anfield Road
Menjelang pertandingan, sejumlah pendukung Liverpool dikabarkan merencanakan sambutan besar-besaran untuk kedatangan bus tim Manchester City.
Sebuah unggahan di media sosial menjadi viral setelah mengajak para pendukung Liverpool berkumpul di sepanjang Anfield Road pada Minggu, sekitar pukul 14.30–15.00 waktu setempat.
Dalam ajakan tersebut, para suporter diminta memadati jalan mulai dari kawasan pub King Harry hingga stadion. Mereka juga didorong membawa bendera dan spanduk untuk menciptakan lautan merah, warna khas pendukung Liverpool.
Unggahan itu turut menggunakan istilah bernada provokatif dengan menyebut Manchester City sebagai tim yang curang. Ajakan tersebut mencerminkan kemarahan sebagian suporter terhadap kasus finansial yang tengah menjadi perhatian publik.
Meski demikian, seruan membawa suar dan benda-benda lainnya berpotensi menimbulkan persoalan keamanan. Penggunaan benda berbahaya atau tindakan yang mengarah pada kekerasan dapat membahayakan pemain, ofisial, suporter, serta masyarakat di sekitar stadion.
Terinspirasi Insiden Bus Manchester City pada 2018
Rencana sambutan tersebut juga mengingatkan publik pada insiden yang terjadi pada 2018, ketika bus Manchester City diserang dalam perjalanan menuju pertandingan perempat final Liga Champions melawan Liverpool.
Pada kejadian itu, bus Manchester City dilaporkan terkena lemparan batu bata dan botol hingga mengalami kerusakan senilai ribuan pound sterling. Kondisi kendaraan bahkan membuat bus tersebut tidak dapat digunakan untuk mengangkut tim pulang setelah pertandingan.
Insiden itu menjadi salah satu catatan kelam dalam rivalitas kedua klub. Karena itu, rencana penyambutan kali ini berpotensi meningkatkan kewaspadaan pihak keamanan menjelang pertandingan di Anfield.
Liverpool Berpeluang Mendapatkan Gelar Bersejarah?
Persaingan Liverpool dan Manchester City selama satu dekade terakhir juga memiliki dimensi historis. Kedua klub kerap bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris, dengan Manchester City beberapa kali mengungguli Liverpool dalam perebutan posisi teratas.
Apabila dugaan pelanggaran finansial Manchester City pada akhirnya terbukti secara hukum dan berujung pada keputusan yang memengaruhi hasil kompetisi sebelumnya, kemungkinan adanya konsekuensi terhadap catatan gelar masa lalu dapat menjadi bahan pembahasan.
Liverpool, yang pernah finis sebagai runner-up di belakang Manchester City, disebut berpotensi memperoleh keuntungan historis apabila keputusan resmi nantinya mengubah hasil atau klasemen kompetisi terkait.
Namun, hal tersebut masih bersifat spekulatif. Belum ada kepastian bahwa gelar Liga Inggris akan dialihkan kepada Liverpool. Dampak terhadap klasemen dan gelar sebelumnya akan bergantung pada keputusan resmi serta aturan yang berlaku.

