LONDON, TERMINALNEWS.ID – Badan pembuat aturan sepak bola internasional (IFAB) dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan regulasi penting setelah munculnya drama pada pertandingan Premier League akhir pekan lalu.
Isu ini mencuat usai manajer Leeds United, Daniel Farke, menuding Manchester City melakukan “bending the rules” saat skuad Pep Guardiola menang 3-2 di Elland Road, Sabtu (29/11/2025).
Leeds Sempat Bangkit, Namun Kalah di Menit Akhir
Manchester City tampil dominan sejak awal dan unggul dua gol hanya dalam 25 menit. Leeds yang berstatus tim promosi tampil mengejutkan pada babak kedua lewat gol Dominic Calvert-Lewin dan Lukas Nmecha, sehingga skor imbang 2-2 menjelang 30 menit terakhir pertandingan.
Namun respons heroik Leeds buyar ketika Phil Foden mencetak gol keduanya di menit ke-91. Gol penentu itu terjadi hanya beberapa saat setelah Gianluigi Donnarumma terjatuh karena cedera, momen yang memungkinkan Guardiola memberi instruksi tambahan kepada pemainnya.
Usulan Aturan Baru: Pemain Harus Keluar Saat Kiper Mendapat Perawatan
Saat ini, pemain outfield diwajibkan keluar lapangan selama 30 detik jika mengalami cedera ringan. Tetapi aturan tersebut tidak berlaku untuk penjaga gawang. Menurut laporan BBC, IFAB kini mempertimbangkan proposal baru: jika kiper suatu tim mengalami cedera dan membutuhkan perawatan, maka satu pemain outfield wajib meninggalkan lapangan selama 30 detik.
Diskusi IFAB disebut cukup panjang, dan dukungan atas wacana ini semakin kuat. Selain itu, ada pula usulan untuk melarang pemain mendekati garis lapangan ketika kiper sedang menerima perawatan, guna mencegah instruksi taktis terselubung.
Perubahan Aturan Diprediksi Picu Debat
Jika diterapkan, perubahan aturan ini dipastikan memicu perdebatan, terutama karena aturan delapan detik (waktu kiper memegang bola) yang sudah berlaku pun dinilai belum efektif. Beberapa pihak juga menilai implementasi aturan baru akan sulit ditegakkan secara konsisten.
Eks Wasit Mike Dean Setuju Aturan Diperketat
Dalam podcast The Overlap, mantan wasit Premier League Mike Dean secara terang-terangan mendukung perubahan aturan terkait perilaku penjaga gawang. Ia menyebut banyak kiper sengaja menjatuhkan diri sebagai taktik mengulur waktu.
“Saya benci ketika kiper jatuh di babak kedua padahal tidak ada apa-apa. Sebagai wasit, kami tahu itu hanya taktik mengulur waktu,” kata Dean.
Dean bahkan mengusulkan hukuman lebih keras: seorang pemain outfield harus keluar lapangan selama lima menit setiap kali kiper diduga sengaja menjatuhkan diri demi menunda permainan.
Waktu Main Efektif Premier League Makin Buruk
Musim ini (2025/26), waktu bermain efektif di Premier League rata-rata hanya 55 menit per pertandingan, angka yang menegaskan meningkatnya praktik time-wasting. Situasi ini berdampak pada ritme pertandingan dan seringkali menguntungkan tim-tim besar yang mampu memanipulasi waktu tambahan.
Jika Anda ingin, saya bisa membuatkan judul alternatif, meta description SEO, atau versi yang lebih pendek untuk media online.


