BerandaSportLeBron James Abaikan Michael...

LeBron James Abaikan Michael Jordan dalam Daftar Pemain Paling Berpengaruh di NBA

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Perdebatan tentang siapa pemain terbaik sepanjang masa di NBA antara LeBron James dan Michael Jordan sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Meski keduanya tidak pernah bentrok langsung di lapangan karena Jordan pensiun setahun sebelum LeBron memulai debutnya di NBA—perbandingan antara keduanya terus hidup, terutama lewat media dan pernyataan kontroversial.

Salah satu momen terbaru yang menyulut kembali perdebatan tersebut terjadi pada Maret 2024. Dalam sebuah episode podcast Mind the Game yang dipandu oleh LeBron James dan JJ Redick, bintang Los Angeles Lakers itu secara mengejutkan tidak mencantumkan nama Michael Jordan dalam daftar pemain paling berpengaruh dalam sejarah bola basket.

LeBron James: Allen Iverson dan Steph Curry Lebih Berpengaruh

Dalam diskusi yang membahas transformasi permainan bola basket modern, LeBron menyebut dua nama yang menurutnya paling berpengaruh: Allen Iverson dan Stephen Curry.

Baca Juga :   Mengenal Komunitas Sepeda Planet Gowes Alumni SMAN 45 Angkatan 83

Menurut LeBron, keduanya memiliki pengaruh besar dalam mengubah cara permainan dimainkan dan menjadikannya lebih dekat dengan para penggemar.

“Allen Iverson dan Steph, mereka sangat mudah dihubungkan oleh para penggemar. Mereka bukan pemain yang diunggulkan, bertubuh kecil, tapi berhasil mengalahkan segala rintangan,” ujar LeBron dalam podcast tersebut.

LeBron menambahkan, Iverson memengaruhi budaya basket dengan gaya khasnya seperti crossover ikonik, rambut cornrows, dan penggunaan arm sleeve yang kini menjadi tren. Di sisi lain, Steph Curry dianggap LeBron sebagai pemain yang merevolusi permainan dengan tembakan jarak jauh yang luar biasa.

“Steph menembak dari jarak seperti Empire State Building, dan semua orang ingin menontonnya setiap malam,” tambahnya.

Allen Iverson: Menginspirasi Generasi Baru Pemain Kecil

pul 28

Dulu, permainan NBA didominasi oleh pemain-pemain besar dan kuat. Namun kehadiran Allen Iverson mengubah persepsi tersebut. Dengan tinggi badan yang tidak mencolok, gaya bermain agresif, dan semangat juang tinggi, Iverson menginspirasi jutaan anak muda di seluruh dunia bahwa mereka juga bisa bermimpi menjadi bintang NBA.

Baca Juga :   Tim Biliar SIWO PWI DKI Jakarta Ungguli Tim SPS dalam Latih Tanding Persiapan Porwanas 2027

Iverson bukan hanya mencetak poin, tapi juga menciptakan momen-momen ikonik yang membuat basket terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk ditonton.

Steph Curry: Pelopor Era Bola Tiga Poin

pul 19
Stephen Curry (nba.com)

Setelah era Iverson mulai meredup, muncul Steph Curry, bintang muda dari Davidson College yang masuk NBA pada 2009. Dengan postur kurus dan riwayat cedera pergelangan kaki, Curry justru menciptakan revolusi besar.

Ia mempopulerkan tembakan tiga angka dari jarak jauh yang sebelumnya dianggap “tembakan buruk”.

Data menunjukkan bahwa pada musim 2024-25, rata-rata tim NBA melepaskan 37,6 tembakan tiga poin per pertandingan, naik drastis dibandingkan 18,1 tembakan per laga pada musim 2009-10.

Meskipun persentase keberhasilan hanya naik sedikit, volume tembakan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir—berkat pengaruh Curry.

Baca Juga :   Menpora Dito Ariotedjo Komitmen Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo di Bidang Olahraga

Kini, strategi permainan NBA didominasi oleh tembakan jarak jauh dan pergerakan cepat tanpa bola, menjadikan peran pemain bertubuh kecil lebih penting dari sebelumnya.

Michael Jordan Masih Legendaris, Tapi…

pul 304 scaled

Walau LeBron mengakui besarnya kontribusi Michael Jordan dalam mempopulerkan NBA secara global, menjual merchandise, dan membentuk identitas liga, ia tetap meyakini bahwa dari sisi perubahan permainan secara teknis dan gaya, Iverson dan Curry jauh lebih berpengaruh.

“Jordan jelas punya dampak besar secara global, tapi jika bicara soal bagaimana permainan berubah dan bagaimana anak-anak melihat bola basket sekarang, AI dan Steph yang paling utama,” tutup LeBron.

Pernyataan ini tentu menuai kontroversi, terutama dari para penggemar Jordan. Namun yang pasti, perdebatan tentang siapa yang benar-benar paling berpengaruh—dan siapa yang pantas menyandang status GOAT—akan terus berlangsung.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Jack Grealish Bantah Disebut Dicoret dari Tur Pramusim Manchester City, Masa Depannya Masih Belum Menentu

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER - Jack Grealish melontarkan respons keras di media sosial...

Gianni Infantino Ultimatum Asosiasi Anggota FIFA, Dukungan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia Ditunggu 53 Hari

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan ultimatum kepada seluruh...

Pemkot Jakarta Barat Tertibkan Aset Pemprov DKI di Duri Kosambi, Akan Difungsikan sebagai Sarana Olahraga

Laporan wartawan Terminalnews.id/Budi Utomo TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta...

Party At Eden Rilis Album Debut “REV[E/O]LUTION”, Angkat Tema Distopia dan Pergulatan Spiritual

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Band modern metal/djent asal Jakarta, Party At Eden,...

- A word from our sponsors -