TERMINALNEWS.ID, ATLANTA – Pemain muda sensasional Lamine Yamal akhirnya menjelaskan alasan dirinya ditarik keluar pada babak pertama saat Timnas Spanyol menang telak 4-0 atas Saudi Arabia national football team dalam lanjutan fase grup Piala Dunia 2026, Minggu.
Setelah mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan hasil mengecewakan, juara Euro 2024 tersebut bangkit dengan performa dominan untuk meraih tiga poin penting yang hampir memastikan langkah mereka ke babak gugur.
Pada laga itu, Yamal yang kembali masuk susunan pemain inti langsung membuka keunggulan Spanyol. Sementara itu, Mikel Oyarzabal mencetak dua gol, dan satu gol lainnya tercipta berkat gol bunuh diri bek Arab Saudi, Hassan Altambakti.
Meski tampil impresif sepanjang 45 menit pertama, Yamal secara mengejutkan ditarik keluar saat jeda pertandingan. Keputusan tersebut sempat memicu kekhawatiran para pendukung Spanyol karena pemain berusia 18 tahun itu baru saja pulih dari cedera hamstring.
Namun, Yamal memastikan bahwa pergantian tersebut sudah direncanakan sebelumnya dan tidak berkaitan dengan masalah kebugaran.
“Itu memang rencananya. Saya hanya bermain satu babak agar bisa beristirahat, tetapi yang terpenting adalah membantu tim,” ujar Yamal.
Dengan Spanyol sudah unggul tiga gol saat turun minum, pelatih Luis de la Fuente memilih menarik Yamal dan Oyarzabal demi menjaga kondisi keduanya menjelang laga terakhir fase grup melawan Uruguay national football team.
Selain kemenangan meyakinkan, Yamal juga mencatat pencapaian pribadi yang istimewa. Gol ke gawang Arab Saudi menjadi gol pertamanya dalam laga Piala Dunia saat tampil sebagai starter.
“Ini sangat spesial. Saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia dan bisa mencetak gol pada pertandingan pertama sebagai starter adalah sebuah mimpi,” kata Yamal.
“Saat Piala Dunia sebelumnya saya masih menontonnya dari kelas. Sekarang bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga yang menyaksikan adalah sesuatu yang luar biasa.”
Saat mencetak gol tersebut, Yamal berusia 18 tahun 343 hari. Catatan itu menempatkannya dalam daftar 10 pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gol ke gawang Arab Saudi membuat Yamal menempati posisi ketujuh dalam daftar pencetak gol termuda di sejarah Piala Dunia, tepat di atas Lionel Messi.
Sementara posisi teratas masih dipegang oleh legenda Brasil, Pelé, yang mencetak gol pertamanya di Piala Dunia saat berusia 17 tahun 239 hari.
Yamal juga mengungkapkan bahwa hasil imbang tanpa gol pada pertandingan pembuka melawan Tanjung Verde menjadi motivasi besar bagi skuad Spanyol untuk tampil lebih agresif.
“Pertandingan pertama bukanlah diri kami yang sebenarnya. Kami bermain berbeda. Sekarang kami sudah kembali dan ingin terus melangkah lebih jauh,” ujar Yamal.
“Ketika gagal memenangkan pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan, itu sangat menyakitkan. Hasil tersebut membuat kami banyak berpikir dan datang ke laga ini dengan mentalitas yang kami inginkan.”


