TERMINALNEWS.ID, LEXINGTON – Penyanyi legendaris Barry Manilow secara mendadak menunda konsernya di Lexington, Kentucky, Amerika Serikat, hanya beberapa saat sebelum pertunjukan dijadwalkan dimulai pada Selasa (4/8/2026) malam waktu setempat.
Melalui akun resminya di media sosial X, Manilow mengumumkan bahwa konser tersebut dijadwalkan ulang karena “keadaan yang tidak terduga”. Namun, penyanyi berusia 83 tahun itu tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan tersebut.
“Karena keadaan yang tidak terduga, pertunjukan malam ini di Lexington telah dijadwalkan ulang,” tulis Manilow dalam unggahannya.
Konser di Rupp Arena itu sebenarnya bukan kali pertama mengalami penundaan. Sebelumnya, pertunjukan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret juga harus ditunda setelah Manilow menjalani perawatan akibat kanker paru-paru stadium 1 yang dideritanya.
Dalam wawancara eksklusif yang diterbitkan pada Maret lalu, pelantun lagu Copacabana itu mengungkapkan bahwa diagnosis kanker paru-paru telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

“Orang tidak pernah benar-benar memikirkan betapa rapuhnya hidup. Lalu tiba-tiba Anda didiagnosis mengidap kanker paru-paru,” ujarnya. “Saya masih di sini, meski sebagian paru-paru saya telah diangkat. Kini saya harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru.”
Manilow menceritakan bahwa penyakit tersebut terdeteksi secara tidak sengaja pada November 2025. Saat itu ia memeriksakan diri karena mengalami nyeri pinggul dan menjalani pemeriksaan MRI setelah dua kali terserang bronkitis. Dari hasil pemeriksaan itulah dokter menemukan titik mencurigakan di paru-parunya yang kemudian didiagnosis sebagai kanker.
Menurut peraih Grammy Award tersebut, deteksi dini menjadi penyelamat hidupnya karena ia tidak merasakan gejala apa pun.
“Kalau dokter tidak melakukan pemeriksaan itu, mungkin ceritanya akan berbeda. Saya tidak merasakan sakit apa pun, tetapi mereka menemukan titik kecil di paru-paru saya,” katanya.
Selama menjalani pengobatan, Manilow mengaku mendapat dukungan penuh dari suaminya yang juga manajernya, Garry Kief. Dukungan tersebut membantunya memulihkan kondisi dan kembali tampil di atas panggung.
Penyanyi yang juga pernah meraih Tony Award itu mengatakan pengalaman menghadapi kanker membuatnya lebih menghargai hidup dan mengevaluasi perjalanan karier serta kehidupan pribadinya.
“Pengalaman ini membuat saya berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, apakah saya sudah melakukan apa yang ingin saya lakukan, apakah saya telah membuat orang lain bahagia, dan apakah saya telah menjadi teman yang baik. Jawabannya adalah ya, bahkan lebih banyak ‘ya’ daripada yang pernah saya bayangkan,” ungkapnya.
Meski menghadapi masalah kesehatan, Manilow tetap aktif berkarya. Ia merilis album studio ke-33 berjudul What A Time pada 5 Juni lalu. Album tersebut didahului oleh peluncuran singel Once Before I Go, yang berhasil menembus jajaran 10 besar tangga lagu pada Maret sebelum album resmi dirilis.

