JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Tim Sepakbola KONI Allstar Indonesia U15 menuntaskan agenda uji coba terakhir mereka sebelum bertolak ke Penang, Malaysia, untuk mengikuti International Open Championship pada pertengahan Agustus 2025.
Uji tanding tersebut digelar melawan tim Cibubur Youth Athlete Training Center (CYATC) Kemenpora U17 pada Sabtu sore (9/8/2025) di Lapangan Sepakbola Ragunan, Jakarta Selatan, dan berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk CYTC.
Meski kalah, laga ini menjadi ajang pemantapan strategi sekaligus pengukuran kemampuan pemain sebelum menghadapi lawan-lawan internasional.
Menghadapi tim yang usianya lebih senior, skuat KONI Allstar U15 mendapat kesempatan berharga untuk mengasah mental bertanding dan daya juang.
Pertandingan berlangsung dalam format tiga babak, masing-masing berdurasi 30 menit. Sejak peluit awal dibunyikan, CYTC Kemenpora yang diperkuat pemain-pemain U17 langsung menekan pertahanan lawan.
Tekanan tersebut membuahkan hasil di awal babak pertama, ketika wasit menunjuk titik penalti usai terjadi pelanggaran di kotak terlarang.
Eksekusi penalti dilakukan dengan tenang oleh pemain CYTC dan membawa mereka unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, KONI Allstar mencoba keluar dari tekanan. Mereka meningkatkan tempo permainan dan mulai menciptakan beberapa peluang, namun barisan pertahanan CYTC tampil disiplin.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga mendekati akhir babak kedua, saat CYTC berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui skema serangan cepat.
Tertinggal dua gol tidak membuat KONI Allstar U15 menyerah. Tim asuhan pelatih asal Kamerun, Zuberu, justru tampil lebih agresif.
Tekanan mereka membuahkan gol balasan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut disambut sorakan para pendukung yang hadir di tepi lapangan.
Hingga babak ketiga berakhir, skor tetap 2-1 untuk kemenangan CYTC Kemenpora.
Meski hasil akhir tidak memihak, manajemen tim KONI Allstar Indonesia U15 menilai laga ini memberikan manfaat besar, terutama dalam mempersiapkan mental dan teknik menghadapi lawan-lawan yang lebih unggul secara fisik.
Penanggung Jawab Tim KONI Allstar Indonesia U15, Taufik Panji Alam, menegaskan bahwa prioritas utama dalam laga ini bukanlah kemenangan, melainkan memastikan seluruh pemain dalam kondisi bugar dan siap bertanding di Malaysia.
“Dalam uji coba terakhir ini, kami mengedepankan keamanan bermain agar tim dan para pemain bisa berangkat dalam keadaan sehat, tanpa kendala atau cedera. Hasil kemenangan tipis CYTC tidak menjadi masalah, yang terpenting anak-anak mendapat tambahan jam terbang sebelum tour ke Malaysia,” ujar Taufik kepada wartawan usai pertandingan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang tampil disiplin serta menjaga sportivitas di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh tim, hari ini semua pemain dalam keadaan sehat tanpa satu pun cedera,” tambahnya.
Menghadapi tim lawan yang berusia lebih senior menjadi ujian tersendiri bagi KONI Allstar U15. Perbedaan postur tubuh dan kekuatan fisik membuat para pemain harus mengandalkan kecepatan, kecerdasan membaca permainan, dan kerjasama tim.
Pelatih Zuberu menyebut bahwa pertandingan seperti ini penting untuk melatih mental juang.
“Bermain melawan lawan yang lebih tua mengharuskan anak-anak berpikir lebih cepat dan tidak takut berduel. Ini sangat bermanfaat untuk menghadapi pertandingan internasional nanti,” ungkapnya.
Setelah laga ini, tim akan fokus pada latihan taktik dan simulasi pertandingan. Rencananya, mereka akan berangkat ke Penang pada 14 Agustus 2025.
Turnamen International Open Championship akan diikuti tim-tim dari berbagai negara di Asia Tenggara, sehingga diharapkan menjadi ajang pembelajaran sekaligus pembuktian kemampuan pemain-pemain muda Indonesia.
Manajemen KONI Allstar optimistis, meskipun usia dan pengalaman berbeda, para pemain akan mampu memberikan perlawanan sengit.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya berpartisipasi, tapi juga menikmati proses dan tampil percaya diri,” tegas Taufik.
Dengan modal latihan intensif, uji coba berkualitas, dan semangat juang tinggi, KONI Allstar Indonesia U15 kini tinggal menunggu waktu untuk unjuk kemampuan di panggung internasional.
Masyarakat pencinta sepakbola tanah air diharapkan memberikan dukungan penuh agar tim muda ini bisa membawa pulang pengalaman berharga, bahkan prestasi membanggakan dari Malaysia.


