CIKARANG, TERMINALNEWS.ID, – Jordan Indra Marcelo tampil spektakuler untuk merebut juara Kejurnas Golf Junior 2024. Jordan berhasil menutup hari ketiga Kejurnas Golf Junior 2024 dengan 13 underpar setelah selama dua hari beruntun memimpin klasemen Kelas A Putra dengan 15 underpar.
Bahkan catatan rekor yang dibuat Jordan di hari pertama Kejurnas Golf Junior 2024 yaitu 8 under par menjadi rekor baru di Padang Golf Jababeka Golf and Country Club, Cikarang, Jawa Barat. Catatan ini belum pernah dicapai pegolf manapun baik pegolf junior maupun pegolf senior dan pegolf profesional saat tampil di Jababeka.
“Aku sih nggak expect kalau bisa under 8 di hari pertama, aku juga nggak memperkirakan bisa scoring under 15 di dua round pertama. Rekorku disini juga 7 under waktu di AGC 2022, itupun juga kayak nggak akan terulang lagi. Terus sekarang malah under 8, terus terang saya nggak expect dengan hasil tersebut,” kata Jordan Indra.
Jordan Indra Marcello terlihat tampil hati hati di final round Kejuaraan Nasional Golf Junior 2024 yang berlangsung di Padang Golf Jababeka Golf & Country Club, Cikarang Jawa Barat. Hal ini terlihat saat Jordan mengawali tee off hari ketiga dari hole 1 bersama dua pegolf asal Bali Jayawardana Dorman dan Nathan Keefe Pangestu di flight terakhir.

Jordan bermain sesuai par di setiap hole mulai dari hole 1 hingga hole 6 dan mencatat hasil par di enam holes pertama tersebut. Sikap kehati hatian Jordan mempertahankan keunggulan 15 underpar membuat dirinya tidak tampil lepas seperti di hari pertama dan kedua.
“Hari ini game planku sama seperti kemarin cuman main fun, targetku juga sama ya, hari ini cuman harinya saja yang kurang bagus kalau aku bilang. Nge-putt-nya nggak ada yang masuk sama sekali, bener bener 2 – 3 meternya itu ngelip ngelip ngelip terus semua,” terang Jordan.
Justru akibat terlalu berhati hati ini, Jordan membuat kesalahan di hole 7 dimana dirinya terpaksa melakukan 6 pukulan dari Par 5. Ini artinya Jordan membuat satu bogei di 9 hole pertama.
“Aku disetiap turnamen cuman datang, have fun di turnamen, dan nyoba ya just tray to the best. Saya memulai pertandingan seperti biasa cuma persiapan datang lebih awal,” ujar Jordan saat mengungkapkan kunci suksesnya membuat 8 dan 7 birdie.

Memasuki 9 hole kedua Jordan tampaknya tidak berani melakukan serangan seperti di hari pertama dan kedua untuk mencatat birdie. Kondisi ini terlihat di dua hole berikutnya di hole 10 dan 11, dimana Jordan masih bermain aman.
Namun dia kembali melakukan bogei di hole 12 dimana dirinya harus melakukan 5 pukulan dari par 4. Dua kali bogei tidak diimbangi dengan birdie satupun di sisa 6 hole terakhir. Jordan bermain par hingga hole 18. Akibatnya rekor Jordan yang mampu mencatat 15 pukulan dibawah par di dua round, turun menjadi 13 underpar setelah babak final berakhir.

Meski demikian raihan point Jordan 13 dibawah par tidak mampu dikejar oleh pegolf lainnya. Dua pegolf asal Bali, Nathan Keefe Pangestu dan Jayawardana Dornan yang berusaha keras memangkas ketinggalan dengan meraih birdie di setiap hole tidak stabil performanya.
“Turnamennya sendiri menurut aku turnamen yang prestisius terutama yang junior ya. Sekarang sudah dibagi dua, junior sama amatir jadi ini turnamen yang paling besar untuk junior di tanah air,” tambah Jordan.
Dornan mampu membuat birdie di hole 1, akan tetapi di hole dua langsung mencatat bogei. Konsistensi pukulan dan konsentrasi Dornan juga terlihat belum stabil, terbukti dia kembali membuat dua bogei di hole 4 dan 6.

Beruntung Dornan mampu mencatat 3 birdie berturut turut dari hole 14 hingga 16. Hasil ini membuat Dornan mencatat 71 pukulan atau 1 underpar di hari ketiga. Dornan berhasil menggeser posisi rekannya Nathan Keefe Pangestu yang unggul atas dirinya di hari kedua. Dornan total mencatat 214 pukulan atau 2 underpar, terpaut 11 pukulan dari sang juara Jordan Indra Marcelo.
Sementara Nathan Keefe Pangestu justru membuat 74 pukulan atau 2 over di hari ketiga. Setelah membuat bogei di hole 3, Nathan Keefe mencatat double bogei di hole 16.
Beruntung satu birdie di hole 14 mengurangi kesalahannya di final round. Nathan Keefe menduduki tempat ketiga dengan raihan 216 pukulan.

Dengan hasil ini Jordan sukses merebut juara Kejurnas Golf Junior untuk kedua kalinya secara berturut turut. Tahun lalu Jordan juga berhasil merebut juara saat pertandingan diselenggarakan di Gading Raya Padang Golf & Club Jl. Gading Golf Boulevard, Pakulonan Barat, Kec. Kelapa. Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810.
“Untuk PGI Jawa Tengah aku mengucapkan terima kasih dan untuk om Yudan dan om Lukito yang sudah support di sini selama beberapa hari turnamen ini. Untuk PB dan Jababeka saya mengucapkan terima kasih bisa menyelenggarakan turnamen ini ya can make this event happened ya. just amazing,” tutup Jordan Indra Marcelo.
Jordan yang digadang gadang menjadi pegolf Timnas Indonesia dimasa depan mengaku dirinya terus berusaha membuktikan pilihan PB PGI tidak salah. Karena itu, Jordan terus berusaha mencapai hasil terbaik disetiap event yang diikuti. Meskipun selalu bertanding dengan lebel pemain Pelatnas, Jordan justru memanfaatkan itu sebagai dorongan untuk memacu dirinya tampil lebih baik dan lebih baik lagi.

“Aku sih ya tetep kayak orang biasa ya, aku just come to practice everyday, latihan setiap hari. Kalau untuk title pelatnas ya bangga juga cuman kalau terlalu lama bangga nanti malah drop juga sih,” kata Jordan
Menurut rencana Jordan akan tampil di turnamen berikutnya akhir bulan Februari ini di Taman Dayu Golf Club and Resort di Pandaan, Jawa Timur.


