PANGKAL PINANG, TERMINALNEWS.ID – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, bersama Ketua PWI Bangka Belitung (Babel), Muhammad Fatthurrakhman Boy, resmi meluncurkan buku bertajuk Mengeja Laut di Aula Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Sabtu (16/11/2024).
Buku Mengeja Laut, yang merupakan kumpulan opini dan karya jurnalistik dari 11 wartawan senior PWI Babel, menjadi highlight dalam acara tersebut.
Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan sampul depan buku yang kemudian dibagikan kepada Pj Gubernur Babel, diwakili oleh Kaban Kesbang Babel, Eko Kurniawan.
Para pelajar, mahasiswa, dan wartawan yang hadir juga menerima buku ini sebagai bagian dari kegiatan Diskusi Pilkada Damai dan Anti Hoaks.
Para wartawan yang berkontribusi dalam buku ini antara lain Anthoni Ramli, Budi Rahmad, Dedy Irawan, Fachruddin Halim, Irwanto, Krisyanidayati, Muhammad Tamimi, Nurul Kurniasih, Replianto, Rudi Sahwani, dan Samsi Komar.
Komitmen Pilkada Damai dan Anti Hoaks
Setelah peluncuran buku, acara berlanjut dengan diskusi bertema Pilkada Damai dan Anti Hoaks. Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo (diwakili AKBP Wahyudi), Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Komisioner Bawaslu Babel Davitri, serta Kasubdit Siber Polda Babel AKBP M. Ikbal Surbakti.
Kapolda Babel, melalui AKBP Wahyudi, menyatakan komitmen penuh kepolisian untuk mendukung Pilkada yang damai, adil, dan jujur. Ia menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menciptakan stabilitas di Negeri Laskar Pelangi.
Sementara itu, Rektor UBB Prof. Ibrahim memaparkan tujuh anomali dalam politik Indonesia, termasuk orientasi, citra, relasi kuasa, fatsun, agen, posisi, dan penetrasi. Hal ini, menurutnya, juga terjadi dalam Pilkada di Babel.
Ketua Umum PWI Zulmansyah Sekedang menekankan independensi wartawan selama Pilkada. “Anggota PWI dilarang menjadi partisan dalam politik. Jika ada yang terlibat, mereka wajib cuti sesuai aturan Dewan Pers,” tegasnya.
Komisioner Bawaslu Babel Davitri menjelaskan bahwa Pilkada serentak 2024 adalah pertama dalam sejarah Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran yang terbukti akan ditangani melalui Gakkumdu, meski banyak laporan masyarakat tidak memenuhi syarat untuk diproses.
Kasubdit Siber Polda Babel AKBP M. Ikbal Surbakti menekankan peran patroli siber dalam mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks. Ia mengingatkan pelajar dan mahasiswa untuk lebih bijak menggunakan media sosial. “Saring sebelum sharing. Jangan sampai terjebak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesan Ikbal.
Peluncuran buku dan diskusi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong jurnalisme yang berkontribusi positif terhadap Pilkada damai di Bangka Belitung.


