JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mencetak pencapaian bersejarah dengan melesat ke peringkat 103 dunia dalam peringkat WTA usai tampil impresif di ajang WTA 250 Sao Paulo Open 2025.
Janice menutup turnamen debutnya di level WTA dengan status runner-up, setelah dikalahkan petenis Prancis, Tiantosa Rakotomanga, di partai final dengan skor 3-6, 4-6, Minggu (14/9).
Meskipun gagal mengangkat trofi juara, capaian Janice di Sao Paulo dianggap luar biasa. Ia tidak hanya menembus partai puncak dalam turnamen pertamanya di level WTA 250, tetapi juga berhasil menyingkirkan sejumlah unggulan sepanjang perjalanan menuju final.
Hasil runner-up di Sao Paulo berdampak langsung pada peringkat Janice di WTA Live Rankings.
Ia kini menduduki posisi 103 dunia, melonjak 27 tingkat dari sebelumnya di peringkat 130. Lonjakan tersebut menjadikannya hanya tinggal selangkah lagi menembus jajaran 100 besar dunia, sebuah pencapaian yang sangat penting dalam karier profesional seorang petenis.
Dengan peringkat 103 dunia, Janice memiliki peluang lebih besar untuk langsung masuk ke babak utama turnamen WTA level atas, termasuk Grand Slam, tanpa harus melalui babak kualifikasi yang biasanya menyita energi.
“Ini adalah momen penting bagi karier saya. Saya belajar banyak dari setiap pertandingan, dan saya percaya hasil ini akan memberi motivasi lebih untuk turnamen selanjutnya,” ungkap Janice usai pertandingan final.
Janice datang ke Sao Paulo tanpa status unggulan. Namun, performanya mencuri perhatian sejak babak awal.
Ia berhasil mengalahkan lawan-lawan yang secara peringkat lebih diunggulkan, memperlihatkan kekuatan mental dan kemampuan teknik yang semakin matang.
Langkahnya baru terhenti di partai puncak ketika menghadapi Tiantosa Rakotomanga. Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 38 menit, Janice sempat memberikan perlawanan sengit, namun lawannya mampu menjaga ritme permainan hingga menutup laga dua set langsung.
Capaian ini melengkapi catatan positif Janice dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum tampil di Sao Paulo, ia lebih dulu mencuri perhatian dengan lolos ke babak utama US Open 2025.
Tidak hanya itu, Janice bahkan berhasil menembus babak kedua turnamen Grand Slam tersebut sebelum dihentikan mantan juara US Open asal Inggris, Emma Raducanu.
Konsistensi yang diperlihatkan Janice dalam menghadapi petenis papan atas dunia memperlihatkan bahwa dirinya sudah berada di jalur yang tepat untuk menembus level elite tenis dunia.
Pencapaian Janice Tjen mendapat sorotan besar di Tanah Air. Sejak era Yayuk Basuki pada dekade 1990-an, tenis Indonesia jarang menempatkan wakilnya di level tertinggi kompetisi dunia.
Kini, kiprah Janice memberi harapan baru bahwa Indonesia kembali bisa memiliki petenis yang berkompetisi di pentas global.
Pengamat tenis nasional menilai pencapaian ini merupakan momentum penting bagi perkembangan olahraga tenis Indonesia.
“Apa yang dilakukan Janice harus menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan pengalaman internasional, pemain Indonesia bisa bersaing di level WTA,” ujar seorang pelatih tenis nasional.
Dengan ranking yang semakin membaik, Janice berpeluang tampil di sejumlah turnamen penting mendatang.
Namun, tantangan besar menanti karena persaingan di level WTA 250 ke atas sangat ketat. Konsistensi menjadi kunci agar ia bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan posisinya di peringkat dunia.
Janice sendiri mengaku akan memanfaatkan pengalaman di Sao Paulo untuk memperbaiki aspek permainan yang masih kurang.
“Saya harus terus belajar, terutama dalam menjaga fokus di momen-momen penting. Final ini memberi banyak pelajaran berharga,” ujarnya.
Perjalanan Janice Tjen menembus peringkat 103 dunia dianggap sebagai langkah besar yang membuka peluang lebih luas untuk kariernya.
Jika mampu mempertahankan performa positif, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ia bisa menembus 100 besar dunia, yang menjadi salah satu target utama setiap petenis profesional.
Dengan prestasi yang diraihnya, Janice kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu rising star di dunia tenis putri internasional.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir, mengingat pencapaian ini tidak hanya penting bagi dirinya pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi olahraga Indonesia di kancah global.


