BerandaDaerahInovasi Eka Merthawan Dari...

Inovasi Eka Merthawan Dari Sampah Plastik Hingga Mengangkat Derajat Pemulung

BADUNG, TERMINALNEWS.ID – Pariwisata sebagai sektor utama yang menopang ekonomi masyarakat Pulau Bali, terutama Kabupaten Badung, tak lepas dari masalah sampah.

Kantong-kantong plastik banyak ditemui di sepanjang garis pantai hingga jalanan. Namun dari tangan seorang I Putu Eka Merthawan, Pemerintah Kabupaten Badung berusaha ‘membersihkan diri’ dari jerat sampah plastik.

“Tahun 2011 kami membuat suatu inovasi yakni Gelatik, Gerakan Berkelanjutan Anti-Sampah Plastik,” ungkap Eka, yang kini menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung.

Inovasinya terkait pembersihan sampah plastik tak berhenti di situ. Eka kemudian menginisiasi inovasi Gojek Sampah Plastik atau Gotik.

Gotik adalah program penjemputan sampah plastik dari sumbernya, baik secara pribadi maupun kolektif.

Baca Juga :   Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran, 900 Pemudik Kembali ke Jakarta dengan Bus Bersama

Gotik dilakukan dengan kolaborasi swasta, yakni perusahaan ojek online, hingga melibatkan masyarakat. Bahkan pemulung juga ikut dirangkul untuk mengimplementasikan inovasi ini.

IMG 20250106 WA0076

Inovasi Gotik menjadi yang berkesan bagi Eka selama kariernya sebagai aparatur sipil negara.

“Pemulung awalnya dilecehkan. Tetapi semenjak adanya Gotik, pemulung menjadi seorang pahlawan. Dia dihargai, dan itu adalah salah satu komponen penting bagaimana kami meningkatkan derajat pemulung,” jelas Eka.

Penanganan sampah plastik juga diperluas dengan inovasi Badung Anti Kantong Plastik atau Batik.

Batik adalah program yang dilakukan Pemkab Badung untuk mengurangi sampah kantong plastik.

Inovasi ini berbasis kearifan lokal dan melibatkan berbagai elemen, seperti lembaga adat, masyarakat adat, dan komunitas yang tergabung dalam Generasi Anti Kantong Plastik.

Baca Juga :   Polemik Anggaran Tangsel: Pemkot Klarifikasi Kritik Leony Vitria Hartanti

Kini dengan jabatan barunya di bidang perindustrian dan tenaga kerja, Eka juga menginisiasi inovasi UCOK, singkatan dari Universal Coverage Ketenagakerjaan.

Pemkab Badung memberikan oerlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 35.ooo pekerja rentan dari berbagai sektor informal lewat APBD tahun 2024.

“UCOK fokus pada penanganan masalah sosial, khususnya yang mem-backup tenaga kerja rentan yang bergerak pada bidang lingkkungan tadi. Jadi nyambung antara Gotik, Batik, dan Universal Coverage Ketenagakerjaan,” jelas Eka.

Falsafah asli masyarakat Bali, yakni Tri Hita Karana, menjadi pedoman Eka dalam melahirkan setiap inovasi.

IMG 20250106 WA0077

Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber dari keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama.

Baca Juga :   Pertamina Gelar Doa Bersama Jelang Peresmian RDMP Balikpapan

Dalam membumikan seluruh inovasi itu, Eka tidak sendiri. Sebagai pemimpin ia membangun tim yang memahami permasalahan hingga akarnya.

“Kami berikan pandangan yang terukur dan teratur, dan tentu yang paling penting ketulusan. Inilah yang kami sebut dream team,” ujar Eka. (DaBon)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Farida Farichah Hadiri Sesi Diskusi Bersama Ketua Koperasi Serba Usaha Talenta GMIT

TERMINALNEWS.ID, KUPANG - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menghadiri sesi...

Gagas JIF Tour dan Junior International Football Expo, TJE yang Ingin Jadikan Jakarta ‘Dubai-nya Sepak Bola Asia’

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Pegiat sepak bola usia dini, Taufik Jursal Effendi...

Patroli Dialogis Baharkam Polri di Gunung Putri, Warga Apresiasi Kehadiran Polisi

TERMINALNEWS.ID, BOGO - Direktorat Samapta Korsabhara Baharkam Polri mengintensifkan patroli dialogis...

Abio Salsinha Bangga Musik Berbahasa Tetum Diterima Masyarakat Indonesia

TERMINALNEWS.ID, DILI - Musisi asal Timor Leste, Abio Salsinha, mengaku bangga...

- A word from our sponsors -

spot_img