OLEH: Nabil M. Salim
21 TAHUN SUDAH. Tepat sejak final Piala AFF 2004, kita belum pernah menang lawan Singapura di partai yang benar-benar krusial.
Di Stadion Jalan Besar, Kallang. Duel akan dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) malam WIB mendatang, saatnya bayar lunas.
6 Kali Final, 6 Kali Runner-up
Sejak 1996, Timnas Indonesia sudah 6 kali ke final Piala AFF: 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020.
Hasilnya? Nol gelar.
Paling membekas adalah 2004. Tim yang diisi Boaz Solossa, Ponaryo Astaman, dan Elie Aiboy harus menyerah 2-5 agregat dari Singapura. Trofi lepas di depan mata.
Singapura sendiri sudah 4 kali juara. Mereka tahu rasanya menang. Kita baru tahu rasanya nyaris.
Lawan Lama, Misi Baru
Pertemuan kali ini bukan final. Tapi rasanya seperti final.
Karena setiap lawan Singapura, ingatan ke 2004 pasti muncul lagi.
Masalah kita dulu bukan cuma strategi. Tapi mental di laga puncak. “Skuad Garuda kerap mengalami kendala di laga puncak”.
Sekarang beda. Meski main di kandang lawan dan didukung puluhan ribu suporter Singapura. Tidak ada alasan lagi.
3 Kunci Kemenangan di Pakansari
1. Kuasai Lini Tengah: Jangan kasih Singapura ruang buat main sabar dan counter.
2. Bawa Mental Juara Dari Awal: Jangan nunggu final beneran baru belajar menang di bawah tekanan.
3. Tuntaskan Peluang: 6x final mengajarkan kita satu hal. Sekali lengah, bisa fatal.
Target kita sudah naik. Semua bicara Piala Dunia. Tapi anak tangga pertama tetap di sini: AFF.
Cukup 6x jadi spesialis runner-up. Cukup dipecundangi sejarah.
Jumat malam nanti di Singapura, kita tidak hanya lawan Singapura. Kita lawan kutukan kita sendiri.
Garuda! Saatnya terbang dan menang!
Editor: Tommy R.Arief
*Nabil M. Salim, Pengamat Sepakbola


