LONDON, TERMINALNEWS.ID – Badan sepak bola Eropa (UEFA) dikabarkan tengah menyiapkan format baru Liga Champions yang akan mulai diberlakukan pada musim 2027/2028.
Menurut laporan Daily Mail, perubahan ini merupakan bagian dari strategi besar UEFA untuk meningkatkan pendapatan dan nilai komersial kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.
Akan Ada Laga Pembuka Khusus dan Upacara Seremoni
Dalam rencana terbaru, Liga Champions akan dibuka dengan satu laga khusus yang menampilkan sang juara bertahan melawan tim lawan pilihan di kandang sendiri.
Pertandingan ini akan menjadi satu-satunya laga yang dimainkan malam itu, sebelum pertandingan lainnya digelar pada Rabu dan Kamis malam.
Selain itu, UEFA juga berencana menghadirkan upacara pembukaan (opening ceremony) yang meriah sebelum laga perdana dimulai. Acara ini disebut akan menampilkan bintang-bintang musik dunia, menjadikannya sebuah ajang hiburan besar yang menarik perhatian penonton global—mirip dengan konsep pembukaan Piala Dunia atau final Liga Champions.
Strategi Baru untuk Meningkatkan Nilai Komersial
Rencana ini merupakan bagian dari strategi komersial baru UEFA yang digagas bersama agensi asal Amerika Serikat, Relevent. Agensi tersebut juga akan bertanggung jawab dalam menjual hak siar Liga Champions ke berbagai platform.
UEFA disebut akan segera membuka proses tender hak siar baru untuk kompetisi Eropa mulai tahun 2027. Dalam skema baru ini, Relevent berencana menawarkan hak siar eksklusif untuk pertandingan pilihan utama di setiap pekan Liga Champions kepada platform streaming global seperti Amazon Prime dan Netflix.
Langkah ini diyakini bisa meningkatkan pendapatan UEFA hingga mencapai £4,3 miliar (sekitar Rp88 triliun) per tahun, dengan pasar utama yang mencakup Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.
Transformasi Berkelanjutan di Liga Champions
Perubahan besar ini mengikuti reformasi format Liga Champions yang mulai diterapkan sejak musim 2024/2025, di mana sistem grup tradisional digantikan oleh “League Phase”.
Format tersebut menghadirkan lebih banyak pertandingan, yang otomatis juga menambah pendapatan bagi klub dan UEFA.
Dengan rencana baru ini, UEFA berharap Liga Champions tidak hanya menjadi ajang kompetisi elite sepak bola Eropa, tetapi juga sebuah acara global yang memadukan olahraga, hiburan, dan bisnis secara spektakuler.

