Dibintangi Freya JKT48, Devano, Emir Mahira, dan Diandra Agatha, film produksi Rekata Studio ini mendapat respons positif dari penonton pertama.
TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Film Harga Teman produksi Rekata Studio mendapat sambutan meriah saat menjalani pemutaran perdana di Jakarta Film Week (JFW) 2026 pada 23 Oktober 2026.
Antusiasme penonton terlihat sejak penjualan tiket daring yang habis hanya dalam waktu 30 detik. Sementara itu, antrean penonton yang ingin membeli tiket langsung atau on the spot (OTS) juga mengular di lokasi acara.
Dibintangi Freya JKT48, Devano, Emir Mahira, dan Diandra Agatha, Harga Teman mengangkat kisah persahabatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, terutama mereka yang bergelut di industri kreatif. Film ini juga mendapat ulasan positif dari penonton pertama, baik dari segi cerita, visual, maupun penampilan para pemainnya.

Film ini mengikuti perjalanan Uji (Freya JKT48), seorang desainer grafis yang kehilangan pekerjaan. Bersama tiga sahabat dekatnya, Uji kemudian mendirikan sebuah agensi kreatif dengan harapan bisa memulai babak baru dalam hidupnya.
Namun, perjalanan mereka tidak semudah yang dibayangkan. Tuntutan klien, ekspektasi keluarga, hingga persoalan dalam pertemanan perlahan menguji hubungan di antara mereka. Uji pun mulai menyadari bahwa setiap hubungan memiliki harga yang harus dibayar, termasuk persahabatan.
Diadaptasi dari buku karya Debora Danisa, Harga Teman menjadi debut film panjang sutradara Andrew Kose. Sebelumnya, Andrew dikenal melalui karya-karya film pendek dan pernah masuk nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2019 untuk kategori Film Pendek Terbaik.
Andrew mengatakan, karakter Uji, Julian, Boshi, dan Sunny merepresentasikan dinamika kehidupan para pekerja kreatif yang harus berhadapan dengan berbagai tantangan dalam pekerjaan maupun hubungan personal.

“Waktu aku membaca bukunya sendiri, aku merasa relate banget dengan ceritanya, karena aku pun pernah mengalami jadi pekerja serabutan, menghadapi revisi tanpa henti. Dinamika itu yang kami pertahankan di filmnya,” ujar Andrew.
Freya JKT48 Dalami Profesi Desainer Grafis
Memerankan Uji menjadi pengalaman tersendiri bagi Freya JKT48. Untuk mendalami karakter tersebut, ia tidak hanya mempelajari skenario, tetapi juga mencoba memahami keseharian seorang desainer grafis beserta tantangan yang dihadapi dalam pekerjaannya.
Freya mengaku mendapat perspektif baru tentang profesi tersebut, terutama ketika harus beradaptasi dengan cara kerja desain digital.
“Memerankan Uji di film ini, yang bekerja sebagai desainer grafis, membuatku menyadari betapa sulitnya menggambar secara digital dengan pen tablet sambil menatap monitor. Pengalaman itu membuat aku jauh lebih menghargai pekerjaan para desainer grafis,” kata Freya.
Ia juga menyadari bahwa karakter Uji memiliki kepribadian dan dinamika kehidupan yang berbeda dari kesehariannya sebagai anggota grup idola JKT48. Karena itu, Freya berusaha mendalami karakter tersebut melalui pembacaan ulang novel dan skenario film.
“Aku berusaha mengamati gestur dan cara kerja orang-orang di dunia kreatif. Aku juga memisahkan perasaanku sendiri agar emosi yang tampil murni adalah emosi Uji saat menghadapi pasang surut kehidupan,” tambahnya.

Dinilai Relate dengan Generasi Z
Sambutan positif terhadap Harga Teman juga terlihat dari komentar para penonton yang menyaksikan pemutaran perdananya di JFW 2026. Film ini dinilai mampu menghadirkan gambaran kehidupan generasi Z melalui cerita, karakter, dan pendekatan visual yang terasa dekat dengan keseharian mereka.
Seorang pengulas film melalui akun Threads @djaycoholyc menilai Harga Teman berhasil menghadirkan potret generasi muda yang terasa autentik. Ia juga menyoroti kemampuan Freya dalam membawa cerita sebagai pemeran utama.
“Rasanya kayak udah lama gue ga liat film Gen Z yang beneran Gen Z secara harfiah dan visual. Bagaimana mereka menghidupkan masing-masing karakter ini cukup menarik. Sebagai pemeran utama, Freya berhasil membawa film ini ke sebuah tontonan yang sebenernya bisa dibilang ringan tapi padat secara isi,” tulisnya.
Respons serupa datang dari akun X @alstoniasp yang mengaku menikmati kejutan demi kejutan sepanjang film. Menurutnya, perpaduan karakter yang unik, visual yang menarik, musik, dan akting para pemain membuat pengalaman menonton terasa emosional.

“Sukaaaa!!! Kejutannya nggak habis-habis. Sepanjang nonton emosinya naik turun kayak roller coaster. Tiap kali ada kejutan beneran nggak bisa diem. Dari yang tepuk tangan sampe teriak. Karakternya unik, visualnya cantik, lagunya asyik, dan aktingnya ciamik. Salah satu film favorit tahun ini,” tulisnya.
Di platform ulasan film Letterboxd, Harga Teman juga mendapat respons positif. Sejumlah penonton memberikan rating empat hingga lima bintang dari skala maksimal lima bintang.
Jadi Film Panjang Keempat Rekata Studio
Harga Teman diproduseri oleh Wregas Bhanuteja, Anandita Devitarianti, Iman Usman, dan Amalia Rusdi. Film ini menjadi film panjang keempat produksi Rekata Studio, setelah Penyalin Cahaya (2021), Budi Pekerti (2023), dan Para Perasuk (2026).
Dalam Jakarta Film Week 2026, Harga Teman juga terpilih untuk berkompetisi dalam program Direction Award.
Setelah pemutaran perdananya mendapat sambutan positif, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 Januari 2027. Informasi terbaru mengenai film Harga Teman dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @filmhargateman dan @rekatastudio.

