TERMINALNEWS.ID, NEW JERSEY – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal pada Minggu, 19 Juli 2026, di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, meskipun wilayah tersebut masih menghadapi ancaman penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan di Kanada.
Laga puncak ini menjadi pertandingan ke-103 sekaligus penutup turnamen setelah sebelumnya telah dimainkan 102 pertandingan. Para penggemar sepak bola akan menyaksikan duel dua generasi, yakni Lionel Messi yang memburu gelar Piala Dunia keduanya secara beruntun bersama Argentina, serta Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang berpeluang mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya. Terakhir kali Spanyol menjadi juara dunia adalah pada edisi 2010.
Meski muncul kekhawatiran terkait kualitas udara di kawasan New York dan New Jersey akibat kebakaran hutan yang melanda Provinsi Ontario, Kanada, FIFA menegaskan tidak memiliki rencana untuk memindahkan lokasi pertandingan final.

Berdasarkan laporan ESPN, sumber internal menyebut kondisi tersebut belum menjadi perhatian serius bagi FIFA karena prakiraan cuaca menunjukkan kualitas udara diperkirakan membaik menjelang hari pertandingan.
Asap kebakaran hutan memang sempat menyebabkan gangguan terhadap sejumlah kegiatan olahraga. Salah satunya, pertandingan Major League Soccer (MLS) antara Vancouver Whitecaps melawan Chicago Fire di Soldier Field, Chicago, terpaksa ditunda pada Kamis malam karena kualitas udara yang memburuk. Namun, FIFA menilai situasi tersebut tidak akan berdampak pada final Piala Dunia.

Sementara itu, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan mengingat cuaca panas ekstrem dan kualitas udara yang menurun.
“Cuaca sangat panas dan asap dari kebakaran hutan di Kanada telah memperburuk kualitas udara. Warga New York perlu lebih waspada untuk menjaga keselamatan diri. Utamakan berada di dalam ruangan berpendingin udara, batasi aktivitas di luar ruangan, tetap terhidrasi, dan ikuti panduan dari Departemen Kesehatan,” ujar Mamdani.
Peringatan serupa juga disampaikan National Weather Service (NWS) New York. Dalam unggahan di media sosial pada Jumat, NWS menyebut asap masih menyelimuti sebagian wilayah, terutama di bagian selatan, meski intensitasnya diperkirakan lebih ringan dibanding hari sebelumnya. Asap juga berpotensi kembali menebal pada malam hari hingga Sabtu pagi.
Meski demikian, masih tersedia waktu hingga Minggu bagi kondisi udara untuk membaik sehingga laga final diperkirakan dapat berlangsung tanpa perubahan jadwal maupun lokasi.


