BerandaNewsNasionalFerry Juliantono Dorong Koperasi...

Ferry Juliantono Dorong Koperasi Pesantren Jadi Motor Ekonomi Pancasila

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menkop mendorong penguatan kemandirian ekonomi umat melalui pembentukan koperasi di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Menkop menekankan pentingnya mengembalikan peran koperasi sebagai ‘sokoguru’ atau tiang utama perekonomian nasional, sesuai amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa.

Ia menilai, selama beberapa dekade terakhir, sistem ekonomi Indonesia terlalu didominasi oleh kekuatan pasar dan korporasi besar yang memicu ketimpangan.

“Presiden ingin supaya koperasi itu kembali seperti dulu dicita-citakan oleh para pemimpin bangsa. Negara harus hadir mengatur sistem ekonomi agar ada keadilan, dan koperasi adalah instrumen utamanya,” ujar Menkop.

Ia juga menceritakan sejarah panjang koperasi yang dipelopori oleh tokoh-tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto pada tahun 1913, yang membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dalam koperasi sejalan dengan nilai-nilai pesantren.

Baca Juga :   Kemenkop dan Yayasan Hatta Bakal Bangun Sekolah Pemikiran Bung Hatta, Ferry Juliantono: Kami Akan Mendukung

Acara ini turut dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Alam Agrikultural, Habib Rizieq Syihab, serta jajaran ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Menkop menjelaskan pemerintah saat ini tengah mengakselerasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 83.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Ia menjabarkan KDKMP dirancang untuk menjalankan tiga fungsi strategis. Pertama, menyalurkan kebutuhan pokok dan sarana produksi seperti pupuk dan benih langsung ke desa.

Kedua, menyerap dan menampung hasil produk masyarakat desa, baik pertanian maupun peternakan. Ketiga, menjadi kanal penyaluran bantuan pemerintah seperti Bansos dan BLT agar lebih tepat sasaran.

Secara khusus, Menkop mendorong Ponpes Alam Agrikultural dan ormas-ormas Islam lainnya untuk memperkuat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Ia mencontohkan kesuksesan Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat yang telah mampu memiliki pabrik, pusat grosir, hingga sistem pembiayaan syariah yang besar.

Baca Juga :   Legislator Kevin Wu Dorong Transportasi Umum Gratis untuk Pekerja Tempat Ibadah

Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengajak umat untuk tidak hanya menjadi nasabah perbankan syariah, tetapi mulai masuk ke sektor riil.

Ia mendorong pesantren mulai memproduksi kebutuhan harian secara mandiri, mulai dari sabun, kecap, hingga saus, yang nantinya akan dipasarkan melalui jaringan gerai koperasi desa.

“Kita ingin membangun ekosistem bersama. Koperasi akan kita dampingi, kita bina, bahkan kita biayai melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir),” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menkop menyatakan bahwa penguatan koperasi bukan sekadar urusan bisnis, melainkan upaya menggeser nilai-nilai materialistik dan serakah dengan nilai gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi jati diri bangsa.

Pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Alam Agrikultural, Habib Rizieq Syihab, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menkop Ferry Juliantono untuk menghidupkan kembali sistem ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

Baca Juga :   BNI Tambah Alokasi Mudik Gratis 2025 Dua Kali Lipat, Mudahkan Masyarakat ke Jawa dan Sumatera

Habib Rizieq menilai bahwa koperasi merupakan satu-satunya jalan efektif untuk melawan hegemoni oligarki yang selama ini mendominasi pasar Indonesia.

Habib Rizieq memaparkan sejarah besar Nabi Muhammad SAW saat melakukan terobosan ekonomi di Madinah untuk mematahkan dominasi pasar pihak tertentu kala itu.

Ia menekankan bahwa Nabi membangun kemandirian ekonomi umat bukan melalui kekerasan, melainkan dengan membangun persatuan di masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin serta Ansar dalam prinsip berbagi.

“Persaudaraan itulah yang menjadi basis usaha bersama, yang sekarang kita kenal sebagai koperasi,” ujar Habib Rizieq.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

PJBW dan Kantor Pertanahan Bogor Tebar Kebaikan di Cibinong

TERMINALNEWS.ID, BOGOR - Kebaikan tak selalu harus dimulai dari langkah besar....

Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 Gandeng Jurnalis, Seniman, dan Aktris Gelar Jumat Berkah di Cibinong

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 menggelar kegiatan sosial...

Harga 1 Pemain = Rp4,5 Triliun! Haaland & Yamal Pimpin 10 Bintang Termahal Dunia Pasca Piala Dunia 2026

OLEH: Nabil M. Salim PIALA DUNIA 2026 baru selesai, tapi dampaknya langsung...

INDONESIA vs VIETNAM, KENAPA INI “UJIAN SESUNGGUHNYA”?

OLEH: Nabil M Salim Senin, 3 Agustus 2026 | 20.30 WIB |...

- A word from our sponsors -