TERMINALNEWS.ID – Pada 2019 lalu, ESPN merilis daftar 30 pemain di bawah usia 21 tahun yang diprediksi akan mendominasi sepak bola dunia dan menjadi penerus era Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi. Tujuh tahun berselang, bagaimana nasib mereka sekarang?
Berikut kilas balik perjalanan sejumlah nama besar dalam daftar tersebut:
10. Luka Jovic
Saat itu, Luka Jovic dibandingkan dengan Luis Suarez berkat ketajamannya bersama Eintracht Frankfurt di Bundesliga.
Performa apiknya membuat Real Madrid menebusnya sekitar 60 juta euro (sekitar Rp1,02 triliun). Namun, kariernya di Spanyol tak berjalan mulus. Ia sempat kembali ke Frankfurt, lalu memperkuat Fiorentina dan AC Milan, sebelum kini berlabuh di AEK Athens.
9. Marcus Rashford
Marcus Rashford sudah menjadi andalan tim utama Manchester United ketika masuk daftar ini.
Ia mencetak rekor pribadi 17 gol Premier League pada musim 2019/20 dan menyamainya di 2022/23. Namun, performanya menurun dan hubungannya dengan pelatih Ruben Amorim memburuk. Rashford akhirnya pindah ke Barcelona dengan status pinjaman pada musim panas lalu.
8. Gianluigi Donnarumma
Disebut sebagai penerus Gianluigi Buffon, Gianluigi Donnarumma membawa Italia menjuarai Euro setelah mengalahkan Inggris di Wembley lewat adu penalti.
Sejak itu, ia pindah ke Paris Saint-Germain dan kemudian bergabung dengan Manchester City.
7. Frenkie de Jong
Frenkie de Jong tampil gemilang bersama Ajax sebelum direkrut Barcelona senilai 75 juta euro (sekitar Rp1,27 triliun).
Kini ia memasuki musim ketujuh di Camp Nou dan menjadi sosok penting dalam skuad asuhan Hansi Flick.
6. Vinicius Junior
Vinicius Junior baru saja tiba di Real Madrid ketika masuk daftar ESPN.
Setelah tiga musim awal yang relatif tenang, ia melejit dan kini konsisten mencetak 20+ gol setiap musim sejak 2021/22. Vinicius menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik dunia.
5. Kai Havertz
Kai Havertz digadang-gadang sebagai talenta terbaik Jerman generasinya. Ia pindah dari Bayer Leverkusen ke Chelsea senilai 80 juta euro (sekitar Rp1,36 triliun) dan mencetak gol penentu kemenangan di final Liga Champions 2021 melawan Manchester City.
Pada musim panas 2023, ia bergabung dengan Arsenal dengan nilai transfer sekitar 65 juta poundsterling (sekitar Rp1,27 triliun).
4. Trent Alexander-Arnold
Trent Alexander-Arnold menjadi pilar penting era keemasan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp, mempersembahkan gelar Premier League dan Liga Champions.
Pada musim panas 2024, ia hijrah ke Real Madrid.
3. Matthijs de Ligt
Matthijs de Ligt sempat bersinar di Ajax sebelum pindah ke Juventus (75 juta euro/Rp1,27 triliun), lalu ke Bayern Munchen dan akhirnya memperkuat Manchester United pada 2024.
2. Jadon Sancho
Jadon Sancho tampil luar biasa bersama Borussia Dortmund sebelum direkrut Manchester United senilai 73 juta poundsterling (sekitar Rp1,42 triliun).
Namun kariernya di Old Trafford tak sesuai harapan. Ia kini menjalani masa pinjaman ketiga, setelah kembali ke Dortmund dan sempat ke Chelsea, dan saat ini membela Aston Villa sebagai pemain pinjaman.
1. Kylian Mbappe
Di puncak daftar, Kylian Mbappe disebut sebagai calon peraih Ballon d’Or.
Setelah meninggalkan Paris Saint-Germain, ia mewujudkan transfer impiannya ke Real Madrid pada 2024.
Musim debutnya di Spanyol luar biasa dengan 44 gol di semua kompetisi, dan ia sudah mengoleksi 38 gol musim ini. Konsistensi mencetak 30+ gol per musim membuatnya tetap berada di level elite dunia.
Beberapa nama lain dalam daftar tersebut antara lain:
Leon Bailey, Ezequiel Barco, Rodrigo Bentancur, Federico Chiesa, Ousmane Dembele, Joao Felix, Phil Foden, Callum Hudson-Odoi, Moise Kean, Diego Lainez, Lautaro Martinez, Eder Militao, Exequiel Palacios, Lucas Paqueta, Christian Pulisic, Ismaila Sarr, Youri Tielemans, Sandro Tonali, Cengiz Under, dan Nicolo Zaniolo.
Sebagian dari mereka berkembang menjadi bintang besar, sebagian lain kariernya stagnan atau belum memenuhi ekspektasi awal.
Tujuh tahun berlalu, daftar ESPN 2019 menjadi bukti bahwa potensi besar tak selalu berbanding lurus dengan perjalanan karier. Ada yang menjelma jadi superstar dunia, ada pula yang harus berjuang keras menjaga konsistensi di level tertinggi.

