TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di lapangan upacara Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh nuansa kedisiplinan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, secara langsung melantik jajaran pengurus DPN IARMI untuk masa bakti lima tahun mendatang.
Prof. Dr. H. Bahrullah Akbar, S.E., M.B.A. dipercaya sebagai Ketua Umum DPN IARMI. Ia didampingi Ir. H. A. Riza Patria, M.B.A., yang juga menjabat Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI, sebagai Sekretaris Jenderal. Sementara posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Drs. Arifin, M.A.P.
Konsolidasi Alumni dan Bela Negara
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan di auditorium IPDN Jakarta dalam rangkaian acara Pelantikan Pengurus DPN IARMI Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IARMI 2026.
Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Bahrullah Akbar menegaskan bahwa IARMI bukan sekadar wadah silaturahmi bagi para alumni Resimen Mahasiswa (Menwa). Menurut dia, organisasi tersebut memiliki peran strategis untuk melanjutkan semangat pengabdian kepada bangsa.

“IARMI memiliki peran krusial dalam memperkuat konsolidasi alumni, mempererat silaturahmi, sekaligus memastikan nilai-nilai bela negara tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Bahrullah.
Ia juga menyebut IARMI memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual, kekuatan cadangan nasional, sekaligus mitra pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga wawasan kebangsaan serta persatuan bangsa.
Ancaman di Ruang Digital
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menyoroti perubahan bentuk ancaman di era digital. Menurutnya, tantangan terhadap ketahanan nasional kini tidak hanya muncul dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga melalui ruang digital dan media sosial.
Karena itu, Djamari mendorong para alumni IARMI untuk meningkatkan literasi dan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Kemunculan teknologi digital adalah sebuah pengembangan, namun di sisi lain juga bisa menjadi ancaman. Diharapkan para alumni IARMI bisa menjadi filter atas hal-hal yang hoaks atau tidak benar yang diposting dalam sosial media dan ranah digital,” kata Djamari.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam agenda IARMI ke depan, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi di tengah masyarakat.
Rakernas Bahas Bela Negara
Rakernas IARMI 2026 juga diisi dengan Seminar Nasional yang mengangkat isu bela negara, pengabdian generasi muda, pembangunan desa, serta kolaborasi dengan dunia usaha.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menjadi salah satu pembicara. Ia menyampaikan materi bertajuk “Kampus, Sains, Teknologi dan Generasi Muda sebagai Penggerak Bela Negara.”
Materi tersebut menyoroti peran lingkungan akademik, sains, dan teknologi dalam membangun generasi muda sekaligus memperkuat semangat bela negara dalam konteks kekinian.
Pembicara berikutnya adalah Sekjen DPN IARMI sekaligus Wamendes PDT RI, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A. Ia membawakan materi “Membangun Indonesia dari Desa: Bela Negara Melalui Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat Desa.”
Materi tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan dan kemandirian masyarakat desa sebagai bagian dari upaya pembangunan nasional.
Dengan pelantikan kepengurusan baru dan pelaksanaan Rakernas, DPN IARMI periode 2025–2030 menempatkan konsolidasi organisasi, literasi digital, bela negara, pengabdian masyarakat, serta pembangunan desa sebagai bagian dari agenda pengabdian para alumni Menwa.
Widya Castrena Dharma Siddha!

