TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Persiapan Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memasuki tahap baru. DPP PERBASI telah memanggil delapan pemain untuk melanjutkan proses seleksi sekaligus pemusatan latihan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Pemanggilan itu tertuang dalam surat DPP PERBASI bernomor 545/DPP/VIII/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026. Delapan pemain yang diproyeksikan memperkuat Timnas Basket 3×3 Putra tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi FIBA 3×3 Challenger di Batam pada akhir Juli.
Mereka adalah Erick Ibrahim Junior dari Dewa United, Mohammed Aymane Garudi Arip dan Justin Jaya Wiyanto dari Tangerang Hawks. Kemudian ada Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady dan Richard Cornellius dari Hangtuah Jakarta, Daffa Dhoifullah dari Pacific Caesar Surabaya, Almando Davin Nepa Bait dari Borneo Hornbills, serta Aven Ryan Pratama dari Kesatria Bengawan Solo.
Delapan pemain tersebut kini kembali bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad utama yang akan dibawa ke Jepang. Sebelumnya, terdapat 11 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi Challenger Batam dan dibagi ke dalam Tim Waisai dan Balige.
Dalam perkembangan selanjutnya, DPP PERBASI melakukan perubahan komposisi. Almando Davin dipanggil dari Borneo Hornbills untuk menggantikan Daffa Dhoifullah yang dibutuhkan Timnas Basket 5×5 Putra dalam pemusatan latihan menuju Asian Games 2026.
Sementara itu, Aaron Nathanael, Hosea Kenneth, I Made Duta, dan Hakim Malano yang sebelumnya masuk dalam daftar pemanggilan untuk Challenger Batam telah dikembalikan ke klub masing-masing.
Persaingan Masih Terbuka
Timnas Basket 3×3 Putra saat ini ditangani pelatih Nico Donnda Fitzgerald, dengan Bastian Arief sebagai manajer. Donnda akan didampingi dua asisten pelatih, yakni Yoshua Rudolf dan Alfa Hari Kusumanegara Paker.
Manajer Timnas Basket 3×3 Putra Bastian Arief menegaskan bahwa delapan pemain tersebut belum otomatis mendapatkan tempat di skuad Asian Games. Mereka masih harus menunjukkan perkembangan selama menjalani rangkaian latihan dan pertandingan uji coba.
Setelah mengikuti Challenger Batam, fokus tim diarahkan pada peningkatan kondisi fisik, membangun chemistry antarpemain, serta mempertajam strategi permainan melalui sejumlah pertandingan internal dan uji coba.
“Regulasi Asian Games 2026 yang mewajibkan pemain U23 untuk 3×3 menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk tim. Kami memaksimalkan waktu dan pemain terpilih untuk membentuk tim terbaik,” kata Bastian.
Regulasi tersebut membuat persaingan menuju skuad final semakin ketat. Pasalnya, dari delapan pemain yang kini berada dalam radar tim nasional, hanya empat pemain yang nantinya akan dibawa ke Jepang untuk berlaga di Asian Games 2026.
Karena itu, periode persiapan menjadi sangat penting bagi para pemain untuk menunjukkan konsistensi sekaligus meyakinkan tim pelatih.
“Kami akan menempa pemain untuk lihat progres pemain selama latihan dengan ikuti dua Challenger terdekat sebelum ke Asian Games 2026,” ujar Bastian.
Dua Challenger Jadi Ujian
Untuk mengukur perkembangan tim sebelum tampil di Asian Games, Timnas Basket 3×3 Putra dijadwalkan mengikuti dua turnamen Challenger.
Ajang pertama adalah FIBA 3×3 Kaohsiung Challengers 2026 yang berlangsung pada 5-6 September 2026. Setelah itu, tim dijadwalkan tampil di FIBA 3×3 Aichi Challengers 2026 pada 10-11 Oktober 2026.
Rangkaian pertandingan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi kemampuan individu pemain, membangun kombinasi terbaik, sekaligus menentukan komposisi yang paling siap menghadapi persaingan Asian Games.
Bastian pun berharap dukungan masyarakat Indonesia terus mengalir selama proses persiapan.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar Timnas Kita bisa menjalani persiapan dengan lancar dan pada Asian Games nanti memberikan permainan terbaik untuk kebanggaan Indonesia,” tuturnya.

