YOGYAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Libur awal tahun menjadi momen refleksi sekaligus pemetaan masa depan industri kreatif nasional. Hal inilah yang tercermin dalam kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Yogyakarta, yang mempertemukan kreativitas musik lokal dengan kekuatan animasi berbasis kampus dalam satu rangkaian agenda.
Bertemu langsung dengan musisi Ndarboy Genk, Menteri Ekraf melihat bagaimana karya yang lahir dari akar budaya lokal mampu berkembang menjadi produk kreatif berdaya saing global. Kolaborasi yang telah terjalin melalui Program Akselerasi Kreatif Musik menjadi contoh nyata bagaimana negara dapat hadir sebagai fasilitator bagi seniman untuk tumbuh, bereksperimen, dan memonetisasi karya secara berkelanjutan.
Yogyakarta, menurut Teuku Riefky, memiliki karakter unik yang sulit ditandingi daerah lain. Tradisi, sejarah, pendidikan, dan komunitas kreatif hidup berdampingan secara organik. Kombinasi ini menjadikan kota ini sebagai ruang ideal bagi tumbuhnya ekosistem kreatif yang inklusif, dari musik, film, animasi, hingga kuliner dan fesyen.
Pengalaman Ndarboy Genk berkolaborasi dengan seniman lintas negara dan komunitas disabilitas menjadi bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Ia berharap dukungan Kementerian Ekraf terus berlanjut agar komunitas kreatif lokal dapat terhubung dengan peluang pasar yang lebih luas, sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Perjalanan Menteri Ekraf di Yogyakarta berlanjut ke Studio Animasi MSV Pictures Universitas AMIKOM, ruang kreatif yang menjadi saksi lahirnya talenta animasi muda Indonesia. Di tempat ini, Teuku Riefky melihat langsung bagaimana proses pendidikan, teknologi, dan industri berpadu menciptakan karya visual yang kompetitif di pasar global.
Ia optimistis 2026 akan menjadi momentum kebangkitan animasi Indonesia. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan berbagai skema kebijakan dan insentif agar subsektor film, animasi, gim, dan aplikasi semakin menarik bagi investor dan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.
Rektor AMIKOM Yogyakarta Muhammad Suyanto menegaskan bahwa kampus tidak lagi sekadar ruang akademik, tetapi inkubator ide dan bisnis kreatif. Dengan menjadikan film dan animasi sebagai lokomotif, AMIKOM mendorong mahasiswa dan alumninya untuk berani berkarya, berwirausaha, dan membawa nama Indonesia ke panggung global.
Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana kreativitas anak muda, dukungan pemerintah, dan peran institusi pendidikan dapat bertemu dalam satu visi besar: menjadikan ekonomi kreatif sebagai wajah baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



