JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Salah satu pendiri Beranda Ruang Diskusi, Dar Edi Yoga, memberikan tanggapannya terkait pernyataan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, yang menilai bahwa isu korupsi kerap digunakan sebagai alat untuk menjegal atau “membunuh” lawan politik.
Dalam keterangannya pada Senin (30/12/2024), Dar Edi Yoga menyebut pernyataan Kardinal Suharyo sebagai peringatan moral yang relevan di tengah situasi bangsa saat ini.
“Sebagai penjaga moral, apa yang disampaikan Uskup Agung adalah teguran keras bagi para pemimpin bangsa ini. Ketika pemimpin kehilangan moral, rakyat akan kehilangan adabnya,” ungkapnya.
Menurut Yoga, korupsi tidak hanya menjadi masalah hukum, tetapi juga menyangkut integritas dan moralitas, yang merupakan fondasi utama sebuah bangsa.
“Jika korupsi dibiarkan menjadi senjata politik, tatanan pemerintahan akan rusak, dan rasa keadilan masyarakat akan terciderai,” tegasnya.
Yoga juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemimpin, untuk merenungkan pesan moral dari Kardinal Suharyo.
Ia menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa dengan pemimpin yang menjunjung tinggi nilai moral dan etika dalam menjalankan amanah rakyat.
“Pemimpin harus menjadi teladan, bukan justru memperalat isu korupsi demi ambisi politik sesaat. Jika hal ini terus terjadi, bangsa ini akan kehilangan arah, dan rakyat akan semakin apatis,” tutur Yoga.
Lebih lanjut, Yoga menyerukan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan agar tata kelola negara tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.
“Perubahan besar selalu dimulai dari rakyat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

