TERMINALNEWS.ID, LISBON – Cristiano Ronaldo dijatuhi sanksi denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp4,9 juta serta larangan beraktivitas selama 30 hari setelah meninggalkan kamp tim nasional Portugal sebelum waktunya. Keputusan tersebut diumumkan Dewan Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) pada Senin.
Dewan disiplin menyatakan bahwa seluruh tuduhan terhadap Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, terbukti. Sanksi itu dijatuhkan atas pelanggaran disiplin yang dilakukan kapten Portugal tersebut ketika meninggalkan pemusatan latihan tim nasional pada 30 September 2026.
Dalam pernyataan resminya, Dewan Disiplin FPF menyebut Ronaldo terbukti melakukan pelanggaran disiplin secara sengaja dalam satu kejadian. Atas pelanggaran tersebut, ia dijatuhi hukuman skorsing selama 30 hari dan denda sebesar 255 euro.
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp19.200 per euro, denda tersebut setara dengan sekitar Rp4,9 juta. Sementara itu, nilai 215 pound sterling yang disebut dalam laporan awal setara dengan sekitar Rp4,8 juta, sedangkan 286 dolar AS bernilai sekitar Rp4,7 juta. Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan kurs ilustratif dan dapat berubah mengikuti nilai tukar.
Jadi Pertimbangan Meringankan Hukuman
Meski menyatakan Ronaldo bersalah, dewan disiplin mempertimbangkan kontribusi sang pemain terhadap sepak bola serta berbagai penghargaan yang diraihnya sepanjang karier profesional.
Dalam penjelasannya, dewan menyebut rekam jejak Ronaldo di dunia sepak bola dan pengakuan atas prestasi olahraganya sebagai faktor yang meringankan dalam penentuan besaran denda.
Ronaldo bahkan menyerahkan riwayat prestasi dan daftar penghargaan yang pernah diterimanya sebagai bagian dari pembelaan dalam proses disipliner tersebut.
Namun, laporan keputusan yang terdiri atas 28 halaman itu menegaskan bahwa Ronaldo dinilai meninggalkan tim nasional tanpa alasan yang dapat dibenarkan. Dewan juga menilai statusnya sebagai pemain senior membuatnya seharusnya mampu memperkirakan dampak dari tindakan tersebut.
Jorge Jesus Jadi Pemicu
Kasus ini bermula ketika Ronaldo meninggalkan kamp tim nasional Portugal pada 30 September 2026. Sebelumnya, ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan saat Portugal menghadapi Norwegia.
Dalam pernyataan sepanjang 1.740 kata yang dirilis pada awal Oktober, Ronaldo menjelaskan bahwa keputusannya berkaitan dengan perselisihan bersama pelatih kepala Portugal, Jorge Jesus.
Ronaldo mengklaim Jesus sebelumnya telah berjanji memberinya kesempatan bermain dalam pertandingan tersebut. Namun, menurut Ronaldo, janji itu tidak dipenuhi.
Ia juga menuding Jesus tidak menjalankan kesepakatan mengenai penyampaian versi kejadian yang telah disepakati dalam konferensi pers 48 jam setelah pertandingan.
Perselisihan tersebut menjadi perhatian besar di Portugal, mengingat keduanya sebelumnya pernah bekerja sama di klub Arab Saudi, Al-Nassr. Mereka bahkan berhasil meraih gelar Liga Pro Saudi pada musim 2025–2026.
Jesus, yang berusia 72 tahun, dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan disiplin yang kuat. Ketegangan dengan Ronaldo pun menjadi persoalan yang mendapat sorotan luas di sepak bola Portugal.
Sembilan hari sebelum keputusan sanksi diumumkan, FPF telah menyatakan membuka proses disipliner mendesak terhadap Ronaldo menyusul kepergiannya dari kamp tim nasional.
Ronaldo Minta Maaf
Dalam pernyataannya, Ronaldo juga menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan setimnya karena tidak mengikuti dua pertandingan terakhir Portugal selama jeda internasional tersebut.
Meski menghadapi sanksi, bintang sepak bola itu menegaskan tidak berencana pensiun dari tim nasional.
Denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp4,9 juta dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan pendapatan dan nilai komersial Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia. Karena itu, hukuman skorsing selama 30 hari menjadi bagian paling signifikan dari keputusan tersebut.
Namun, hukuman skorsing itu diberlakukan secara surut sejak tanggal pelanggaran. Dengan demikian, berdasarkan laporan yang menjadi sumber berita ini, Ronaldo hanya perlu menjalani sisa hukuman selama 11 hari ketika keputusan diumumkan.
Kondisi tersebut membuat Ronaldo berpeluang kembali memperkuat Portugal dalam dua pertandingan berikutnya, yakni menghadapi Denmark pada 14 November dan Wales tiga hari kemudian.
Jorge Jesus sebelumnya menyatakan berharap Ronaldo tersedia untuk pertandingan mendatang. Ronaldo sendiri juga telah menegaskan keinginannya untuk terus bermain.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah hubungan antara Ronaldo dan Jesus telah sepenuhnya membaik setelah perselisihan yang terjadi. Perkembangan hubungan keduanya diperkirakan tetap menjadi perhatian menjelang agenda pertandingan Portugal berikutnya.

