JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menutup tahun 2024, TVRI menyelenggarakan ekspose atas berbagai capaian luar biasa yang berhasil diraih. Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI telah memainkan peran penting di tengah dinamika tahun politik ini. Acara ekspose yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan mitra strategis TVRI ini menggarisbawahi kontribusi lembaga tersebut dalam menjaga stabilitas, menyebarkan informasi terpercaya, dan memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Debat Pilkada Terbesar dalam Sejarah
Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, dalam paparannya menyampaikan bahwa TVRI sukses menyelenggarakan 429 debat Pilkada di berbagai provinsi, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia. Sebanyak 419 debat disiarkan melalui kanal TVRI Daerah dan 10 lainnya melalui kanal TVRI Nasional.
“Ini adalah jumlah debat terbesar yang pernah diselenggarakan oleh lembaga penyiaran tanah air sepanjang sejarah,” ungkap Iman Brotoseno dengan bangga. Langkah ini menunjukkan komitmen TVRI dalam mendukung demokrasi yang transparan dan inklusif.
Mengambil Risiko: Debat Capres-Cawapres 2024
Salah satu momen penting yang menjadi sorotan adalah keberanian TVRI menyiarkan langsung debat pertama Calon Presiden dan Wakil Presiden. Dengan waktu persiapan hanya empat hari, TVRI berhasil melaksanakan tugas besar ini setelah konsorsium televisi swasta menolak mengambil risiko.
“Kami mengambil risiko demi menyelamatkan jadwal pemilu nasional. Dengan persiapan yang minim, debat ini tetap sukses terlaksana dan menjadi tolok ukur bagi stasiun televisi lainnya,” jelas Iman Brotoseno.
Siaran Misa Suci Paus Fransiskus
TVRI juga berperan penting dalam mendukung kegiatan keagamaan. Pada kunjungan Paus Fransiskus ke Asia Pasifik, TVRI menyiarkan Misa Suci dari tiga negara: Indonesia (Jakarta), Timor Leste (Dili), dan Papua Nugini (Port Moresby). Siaran ini menjadi penghubung bagi umat Katolik yang tidak dapat hadir secara langsung.
“Permintaan ini datang langsung dari pemerintah untuk membantu umat Katolik mengikuti misa suci di tengah keterbatasan jarak dan akses,” tambah Iman.
Mengatasi Krisis Siaran PON XXII
Pada PON XXII yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara, TVRI menjembatani kebutuhan masyarakat Aceh untuk menyaksikan pertandingan tim sepak bola mereka. Kesepakatan dengan pemegang hak siar memungkinkan TVRI Stasiun Aceh menayangkan pertandingan tersebut, yang akhirnya dapat dinikmati oleh seluruh warga Aceh.
Langkah ini menegaskan luasnya jangkauan TVRI, yang mencakup 73,44% wilayah Indonesia, sekaligus menunjukkan kedekatan lembaga ini dengan masyarakat di daerah.
Menjaga Stabilitas di Tahun Politik
Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI berperan menjaga transisi pemerintahan yang damai di tahun politik 2024. Siaran langsung Sidang Paripurna MPR, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, serta kegiatan kenegaraan lainnya menjadi bukti kontribusi TVRI dalam mendukung stabilitas nasional.
“TVRI menjadi clearing house untuk melawan disinformasi selama masa transisi pemerintahan,” ujar Iman Brotoseno.
Inovasi Digital: Program Berbasis Artificial Intelligence (AI)
TVRI terus bertransformasi melalui penerapan teknologi digital. Program-program seperti ‘Perjalanan Waktu TVRI’ dan ‘Jejak Sang Pejuang’ diproduksi menggunakan teknologi AI untuk efisiensi dan analisis pemirsa. Selain itu, TVRI juga menggencarkan pelatihan SDM untuk mendukung digitalisasi, serta mengganti perangkat lama dengan teknologi terbaru.
“Adopsi teknologi ini membuktikan komitmen TVRI untuk terus relevan di era digital,” kata Iman.
Peparnas XVII dan Liga Voli Korea
Sukses lainnya datang dari siaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII di Surakarta, yang ditayangkan melalui TVRI Sport. Penayangan ini menunjukkan lonjakan performa saluran TVRI Sport hingga dua kali lipat dari TVRI Nasional.
TVRI juga menyiarkan Liga Voli Korea, yang menampilkan Megawati Hangestri, dan berhasil menarik perhatian besar dari masyarakat. Hal ini mencerminkan minat luas masyarakat Indonesia terhadap berbagai cabang olahraga.
Penghargaan dan Harapan ke Depan
Di tahun 2024, TVRI meraih predikat “Televisi Ramah Anak” dari Komisi Penyiaran Indonesia dan menjadi media terpercaya versi Reuters Institute dengan nilai kepercayaan 61%, tertinggi di Indonesia.
Ketua Dewan Pengawas TVRI, Agus Sudibyo, menyampaikan harapan agar TVRI terus menjadi pemersatu bangsa melalui siaran yang mendidik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
“TVRI akan terus hadir untuk melayani hak masyarakat atas informasi dan hiburan yang mencerahkan,” pungkas Agus.
Dengan semangat melayani dan membangun, TVRI berkomitmen untuk terus berkembang sebagai sumber inspirasi, informasi, dan edukasi bagi bangsa Indonesia.


