JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menjelang berakhirnya kepengurusan periode 2021-2024, Bike to Work (B2W) Indonesia bersiap menyelenggarakan Rapat Pleno Nasional pada akhir pekan ini.
Berlangsung pada 3-4 Agustus 2024, rapat ini sekaligus akan menjalankan agenda pemilihan ketua umum baru, pengganti Fahmi Saimima.
Rencananya, rapat akan dilaksanakan di Georium Dunia, yang terletak di seberang Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten.
Peserta rapat terdiri atas bukan saja pengurus pusat, pendiri, perwakilan dari komunitas yang menjadi unsur pembentukan organisasi di masa awal, serta para calon ketua umum, melainkan juga wakil-wakil koordinator wilayah yang akan berdatangan dari berbagai kota.
“Klaten dipilih karena lokasinya yang strategis, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari Koordinator Wilayah B2W Indonesia Klaten yang kuat,” kata Fahmi Saimima, Senin (29/7/2024).
Rapat Pleno Nasional B2W Indonesia kali ini membawa tema “Hamemayu Hayuning Bhawana Kanthi Nyepedha/Menjaga Kelestarian Dunia dengan Bersepeda”.
Menurut Fahmi, konsep tema ini mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan dalam semua aspek kehidupan, seperti hubungan antara manusia dan alam, manusia dan manusia, serta manusia dan Tuhan.
“Keseimbangan ini perlu agar kehidupan dapat berjalan harmonis dan damai. Bersepeda memungkinkan hal-hal itu dicapai,” kata Fahmi.

Agenda rapat telah disiapkan, akan berlangsung sehari pada Sabtu, 3 Agustus 2024, yaitu menetapkan dan/atau mengubah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga; memilih dan menetapkan ketua umum periode 2024-2028; mengasistensi dan menetapkan garis-garis besar program kerja pengurus baru; mengasistensi dan menetapkan mekanisme kerja organisasi; meminta laporan pertanggungjawaban ketua umum periode 2021-2024; serta membuat dan menetapkan keputusan-keputusan lain bila dianggap perlu.
Pada hari kedua, Minggu, 4 Agustus 2024, sebelum mengakhiri pertemuan dan kembali ke asal masing-masing, peserta akan mengikuti kegiatan bersepeda bersama mengenakan kostum busana daerah.
B2W Indonesia adalah organisasi gerakan sosial yang bermula dari inisiatif sekelompok penggemar sepeda gunung yang punya semangat, gagasan, dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan.
Mereka memelopori terbentuk Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike to Work Community). Mereka memulai kampanye penggunaan sepeda untuk menuju tempat kerja pada 6 Agustus 2004.
Kondisi sejak itu semakin menyadarkan para penggerak komunitas baru tersebut mengenai perlunya wadah khusus agar gerakan semakin tersosialisasikan.
Maka, melalui Deklarasi dan Pernyataan Bersama Komunitas Pekerja Bersepeda di Balai Kota DKI Jakarta pada 27 Agustus 2005 lahirnya B2W Indonesia.
Sejak awal keberadaannya, B2W Indonesia bertujuan mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik dengan bersepeda dan meningkatkan jumlah pengguna sepeda untuk beraktivitas sehari-hari serta terciptanya jalur prioritas sepeda.

