Dalam pernyataan lebih lanjut, Trump mengatakan keputusan menunda serangan diambil setelah pembicaraan dengan Shehbaz Sharif dan pimpinan militer Pakistan, Asim Munir. Ia juga menegaskan bahwa penghentian serangan bergantung pada kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Trump mengklaim bahwa tujuan militer AS telah tercapai dan kedua pihak kini mendekati kesepakatan damai jangka panjang. Ia menyebut bahwa Iran telah mengajukan priran
oposal 10 poin yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang layak.
“Issu-isu utama yang sebelumnya menjadi perbedaan sebagian besar telah disepakati. Masa dua minggu ini akan digunakan untuk merampungkan perjanjian final,” ujar Trump.
Meski demikian, ini merupakan keempat kalinya Trump menunda ancaman serangan terhadap Iran. Sebelumnya, ia telah beberapa kali memberikan tenggat waktu kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz.
Pejabat pertahanan AS memastikan bahwa meski operasi ofensif dihentikan, langkah defensif tetap berjalan. Sementara itu, pejabat militer memperkirakan serangan dari pihak Iran masih mungkin terjadi sebelum perintah gencatan senjata sepenuhnya dijalankan di lapangan.
Iran dan AS Sama-sama Klaim Kemenangan
Dalam respons resminya, Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika tidak lagi diserang. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Iran juga menyebut bahwa akses aman melalui Selat Hormuz akan dibuka selama dua pekan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata mereka.
Selain itu, media Iran melaporkan bahwa perundingan dengan AS akan dimulai pada Jumat di Islamabad, Pakistan. Meski demikian, Iran menegaskan bahwa negosiasi tersebut tidak serta-merta mengakhiri perang.
Teheran menyatakan bahwa perundingan akan difokuskan pada penyempurnaan proposal 10 poin mereka. Beberapa tuntutan utama mencakup tetapnya kendali Iran atas Selat Hormuz, pengakuan terhadap program pengayaan nuklir, pencabutan seluruh sanksi, serta penarikan militer AS dari Timur Tengah.
Selain itu, Iran juga meminta penghentian serangan terhadap sekutu-sekutunya, pembebasan aset yang dibekukan, serta resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengikat kesepakatan yang dicapai.
Dengan dinamika yang masih berkembang dan klaim kemenangan dari kedua pihak, masa gencatan senjata dua pekan ini akan menjadi penentu arah konflik dan peluang perdamaian di kawasan Timur Tengah.


