ANKARA, TERMINALNEWS.ID – Kiper Kamerun, Andre Onana, langsung mencuri perhatian sejak memulai petualangan barunya bersama Trabzonspor di Liga Turki.
Mantan penjaga gawang Manchester United itu tampil menjanjikan dalam dua laga awalnya, meski datang dengan status pinjaman dari Old Trafford.
Onana memutuskan meninggalkan United setelah tersingkir dari persaingan di bawah asuhan Ruben Amorim.
Demi mendapatkan menit bermain reguler dan mengembalikan kariernya ke jalur yang tepat, kiper berusia 29 tahun itu menerima tantangan baru di Papara Park.
Debutnya bersama Trabzonspor terjadi saat melawan Fenerbahce, meski timnya kalah tipis 0-1. Namun, penampilan Onana tetap mendapat banyak pujian dari media Turki.
Harian Milliyet bahkan menobatkannya sebagai “bintang pertandingan” dengan menyebut pengalamannya sangat terlihat di bawah mistar.
Pujian juga datang dari Fanatik, yang menyoroti keberaniannya menjaga gawang meski Trabzonspor harus bermain dengan 10 orang setelah Okay Yokuslu diusir wasit.
“Onana membuat timnya tetap dalam permainan lewat penyelamatan-penyelamatan krusial. Performanya membuat orang melupakan masa-masa kelamnya di Manchester United,” tulis media tersebut.
Di laga keduanya, Onana kembali tampil gemilang saat Trabzonspor bermain imbang 1-1 melawan Gaziantep FK.
Meski kebobolan, ia justru menyumbang assist untuk gol Paul Onuachu lewat umpan panjang akurat dari lini belakang. Kontribusi tersebut membuat namanya semakin dielu-elukan.
Media Taka Gazete menyebut, “Onana, yang tampak percaya diri di bawah mistar, bukan hanya melakukan penyelamatan penting, tapi juga mencatatkan assist luar biasa. Ia membuka serangan dengan umpan jarak jauh yang berbuah gol.”
Catatan itu juga membuat sejarah baru bagi Onana. Menurut Fanatik, assist tersebut menjadi yang pertama bagi sang kiper di liga sejak April 2017 saat masih membela Ajax.
Dengan start menjanjikan ini, Andre Onana tampak mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya yang sempat hilang di Inggris.
Publik Turki pun kini menaruh harapan besar padanya untuk menjadi tembok kokoh sekaligus motor serangan dari belakang bagi Trabzonspor.

