BerandaNasionalAktivis PWI Joglosemar Desak...

Aktivis PWI Joglosemar Desak Penyelesaian Konflik Internal yang Berlarut-Larut

SURAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Konflik berkepanjangan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendapat sorotan serius dari para aktivis PWI di wilayah Joglosemar (Yogyakarta, Surakarta, dan Jawa Tengah).

Hingga lebih dari satu tahun, persoalan internal organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Dalam sebuah pertemuan informal yang digelar di Surakarta, sejumlah tokoh pers seperti Sihono HT (Yogyakarta), Amir Machmud NS (Semarang), Setiawan Hendra Kelana (PWI Jateng), dan Anas Syahirul (PWI Surakarta) menyuarakan keprihatinan mereka terhadap dampak negatif yang ditimbulkan akibat konflik ini.

Mereka menilai, perlu adanya langkah penyelamatan organisasi secara menyeluruh yang dilandasi sikap kenegarawanan, jiwa kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Baca Juga :   Ruben Onsu dan Sarwendah Tan Sepertinya Tidak Menemukan Titik Temu Untuk Rujuk

Dampak Luas Konflik Internal PWI

Para aktivis mencatat sejumlah kerugian yang timbul akibat belum terselesaikannya konflik internal PWI:

  1. Turunnya Kepercayaan Mitra
    Kemelut yang terus berlangsung menyebabkan banyak mitra strategis PWI mengambil sikap pasif. Bahkan, sebagian memilih menarik diri dari kemitraan hingga konflik usai.

  2. Mandeknya Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
    Larangan dari Dewan Pers terhadap PWI untuk menyelenggarakan UKW berdampak besar pada proses kaderisasi. Banyak calon anggota beralih ke lembaga uji lainnya.

  3. Kegagalan Menindaklanjuti Tawaran Mediasi Pemerintah
    Meskipun dua kementerian, yaitu Kementerian Hukum dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), telah menawarkan mediasi, penyelesaian belum juga tercapai akibat tidak adanya kesepakatan soal peserta Kongres Dipercepat.

  4. Dualisme Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025
    Peringatan HPN di dua lokasi berbeda, Kalimantan Selatan dan Riau, memicu kebingungan di kalangan anggota dan mitra PWI. Hal ini berdampak pada inkonsistensi penggunaan logo dan tema HPN.

  5. Menurunnya Minat Bergabung ke PWI
    Ketidakpastian penyelesaian konflik membuat banyak wartawan muda enggan bergabung dengan PWI dan memilih organisasi profesi lain.

  6. Persoalan di Daerah Makin Rumit
    Konflik pusat berdampak langsung ke daerah, menciptakan gesekan internal dan disfungsi organisasi di tingkat lokal.

  7. Minimnya Peran PWI dalam Isu-isu Pers Nasional
    Ketidakhadiran PWI dalam pemilihan anggota Dewan Pers, lemahnya advokasi terhadap kekerasan terhadap jurnalis, dan absen dalam penyusunan regulasi, menjadi indikasi lemahnya peran organisasi dalam ekosistem pers nasional.

Baca Juga :   TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar hingga Tingkat RT/RW, Cegah Penjarahan Pascakerusuhan

Seruan untuk Rekonsiliasi dan Penyelesaian

Keempat aktivis PWI Joglosemar tersebut menyampaikan sejumlah usulan penyelesaian sebagai berikut:

  • Mendorong rekonsiliasi nasional antar kubu, baik di pusat maupun daerah, dengan pendekatan kekeluargaan dan persahabatan.

  • Menawarkan alternatif penyelesaian selain Kongres Dipercepat, dengan tetap mengedepankan pemahaman bersama dan sikap kenegarawanan.

  • Mendukung realisasi Kongres Dipercepat sesuai usulan Kementerian Komdigi.

  • Menjadikan Surakarta sebagai lokasi rekonsiliasi nasional, mengingat kota ini merupakan tempat kelahiran PWI.

Para aktivis berharap, semangat cinta terhadap organisasi dan persatuan sesama anggota PWI di seluruh Indonesia dapat menjadi kunci menyatukan kembali tubuh organisasi yang telah lama terbelah.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Helvi Moraza Harapkan Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

TERMINALNEWS.ID, TERNATE – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

PWI Kota Bogor Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026, Tunjukkan Dominasi Sejak Laga Perdana

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Tim sepak bola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota...

Herman Khaeron Dorong Sertifikasi Strategis Negara (BUMN) Wajib Melalui IDSurvey

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendorong...

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Klarifikasi Risk Assessment di Sejumlah Hotel Berbintang Demi Tingkatkan Standar Keamanan Pariwisata Bali

TERMINALNEWS.ID, DENPASAR – Dalam rangka mendukung keberlangsungan industri kepariwisataan nasional serta...

- A word from our sponsors -

spot_img