TERMINALNEWS.ID, LONDON – Lewis Hamilton menegaskan tidak akan meminta maaf atas pernyataannya mengenai Charles Leclerc setelah insiden senggolan dengan rekan setimnya di Ferrari pada lap pertama Grand Prix (GP) Meksiko.
Pembalap asal Inggris itu bahkan menegaskan tidak akan mengubah sikapnya hanya karena komentarnya menimbulkan ketegangan di internal tim.
Persaingan internal Ferrari menjadi salah satu sorotan utama dalam balapan GP Meksiko yang berlangsung Minggu. Insiden antara Hamilton dan Leclerc di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez memicu ketegangan, baik ketika balapan berlangsung maupun setelah kedua pembalap turun dari mobil.
Hamilton berada di depan Leclerc saat memasuki Tikungan 4 pada lap pertama. Namun, Leclerc melebar setelah membawa kecepatan terlalu tinggi saat memasuki tikungan tersebut dan mendapatkan keuntungan dari situasi itu.
Pembalap asal Monako tersebut kemudian tidak mengembalikan posisi kepada Hamilton. Keputusan itu membuat juara dunia Formula 1 tujuh kali tersebut meluapkan kekesalannya melalui komunikasi radio tim.
Hamilton merasa dirugikan oleh manuver rekan setimnya sendiri.
“Saya didorong keluar lintasan oleh rekan setim saya sendiri,” demikian keluhan Hamilton melalui radio tim.
Usai balapan, Hamilton bahkan menilai tindakan Leclerc berpotensi merugikan peluang Ferrari meraih kemenangan. Ia juga menuding rekan setimnya tersebut seolah-olah bekerja melawannya.
“Usianya sudah 28 tahun, jadi saya tidak berpikir ini masalah usia. Menurut saya, ini masalah pola pikir. Seolah-olah prinsipnya adalah menang atau mati. Kalau saya tidak menang, maka tidak ada seorang pun dari kami yang boleh menang. Seharusnya tidak seperti itu,” ujar Hamilton.
Ia menilai kedua pembalap Ferrari seharusnya bisa bekerja sama demi meraih hasil maksimal.
“Seharusnya kami bisa mendapatkan posisi satu dan dua. Itu tetap akan menjadi perasaan yang menyenangkan,” tambahnya.
Hamilton Tegaskan Tak Akan Meminta Maaf
Ketegangan antara kedua pembalap tersebut kembali menjadi pembahasan dalam konferensi pers menjelang GP Sao Paulo, Kamis.
Sebelumnya, Hamilton sempat mengatakan bahwa persoalan dengan Leclerc akan dibicarakan secara pribadi di luar sorotan publik. Namun, pernyataannya di Brasil menunjukkan bahwa ia masih mempertahankan pandangannya mengenai insiden di Meksiko.
Ketika ditanya apakah Leclerc memperlakukannya lebih agresif dibandingkan pembalap lain di lintasan, Hamilton menjawab singkat, “Ya.”
Saat diminta menjelaskan lebih jauh, Hamilton memilih tidak memberikan komentar tambahan.
“Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak,” ujarnya.
Hamilton juga menolak meminta maaf meskipun muncul laporan bahwa komentarnya telah memicu ketidaknyamanan di lingkungan internal Ferrari.
“Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang mengenai perkataan saya. Saya selalu menunjukkan apa yang saya rasakan dan mengatakan apa yang ada di pikiran saya saat itu,” kata Hamilton.
Ia mengakui bahwa terkadang seorang pembalap bisa mengatakan sesuatu yang mungkin disesali setelah situasi mereda. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak berlaku dalam kasus ini.
“Tentu saja, terkadang Anda mengatakan sesuatu dan mungkin menyesalinya setelah itu. Tetapi saya tidak menyesal,” tegasnya.
“Saya tidak akan pernah meminta maaf hanya karena menjadi diri sendiri, bersikap autentik dan jujur. Saya juga tidak akan membiarkan diri saya dibungkam. Tidak ada yang meminta saya untuk tidak mengatakan apa pun, dan memang begitulah sikap saya,” lanjut Hamilton.
Hamilton Sebut Leclerc Lebih Agresif terhadap Dirinya
Hamilton juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan cara Leclerc bertarung ketika menghadapi dirinya dan pembalap lain.
Ia menyinggung insiden di GP Singapura, ketika Leclerc bertarung roda demi roda dengan Max Verstappen. Menurut Hamilton, dalam situasi tersebut Leclerc memilih mengalah dan tidak memaksakan manuver.
“Ya. Saya bisa melihat apa yang Anda lihat. Di Singapura, dia berada sepenuhnya di samping Max, bertarung roda demi roda di sisi dalam, tetapi kemudian dia memilih untuk mengalah,” ungkap Hamilton.
Hamilton menilai pendekatan Leclerc ketika berhadapan dengannya terlihat berbeda.
Ia juga menyebut situasi serupa pernah terjadi ketika Leclerc menjadi rekan setim Sebastian Vettel dan Carlos Sainz di Ferrari.
“Memang ada perbedaan. Namun, jika melihat rekan-rekan setim sebelumnya, hal yang sama juga terjadi ketika dia bersama Sebastian (Vettel) dan Carlos (Sainz),” jelasnya.
Hamilton Akui Membangun Hubungan dengan Leclerc Bukan Perkara Mudah
Di tengah ketegangan tersebut, Hamilton turut berbicara mengenai hubungannya dengan Leclerc sejak bergabung dengan Ferrari.
Menurut Hamilton, Leclerc sudah memiliki posisi yang sangat kuat di dalam tim setelah bertahun-tahun membela pabrikan asal Italia tersebut.
“Dia sudah berada di sini cukup lama, sekitar delapan tahun. Dia juga telah meraih sembilan kemenangan bersama tim. Dia sudah sangat menyatu dengan Ferrari, dan saya tahu bahwa bekerja bersamanya akan selalu menjadi tantangan,” kata Hamilton.
Hamilton mengaku selalu menghormati posisi Leclerc dan berusaha membangun hubungan profesional yang baik sejak kedatangannya.
Ia menyebut telah bekerja keras untuk memperkecil jarak komunikasi dengan Leclerc serta menciptakan suasana kerja yang harmonis.
“Saya selalu menghormati hal itu. Saya juga berusaha keras membangun hubungan yang baik dengan Charles, menjembatani perbedaan di antara kami, dan memastikan hubungan kami tetap harmonis. Kami bekerja keras bersama dan selalu berusaha saling menghormati,” ujarnya.
Namun, Hamilton mengakui kehadirannya di Ferrari membawa dinamika tersendiri.
“Secara alami, tidak mudah bagi tim ketika seseorang seperti saya datang. Saya adalah orang yang sangat vokal, dan saya terus mendorong berbagai perubahan,” tutup Hamilton.
Perselisihan ini menambah perhatian terhadap dinamika internal Ferrari. Di satu sisi, Hamilton berusaha membangun pengaruhnya di tim barunya, sementara Leclerc telah lama menjadi bagian penting dari proyek Ferrari.

