TERMINALNEWS.ID, COMO – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengakui sempat meremehkan kualitas mantan rekan setimnya di Chelsea, Nemanja Matic.
Pengakuan itu disampaikan setelah Como mengalahkan Sassuolo dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (24/10/2026).
Fabregas mengungkapkan, dirinya sengaja mengubah strategi permainan pada babak kedua untuk membatasi peran Matic di lini tengah Sassuolo. Perubahan tersebut terbukti efektif setelah Como mampu menguasai pertandingan dan mencetak dua gol melalui Tasos Douvikas.
Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Como yang sebelumnya menang telak 4-1 atas Manchester United. Tim berjuluk I Lariani itu menunjukkan perkembangan dalam menjaga konsistensi permainan, terutama setelah menjalani pertandingan besar.
Sebelumnya, Como dinilai masih kesulitan mempertahankan fokus ketika harus kembali bertanding di kompetisi domestik setelah melewati laga-laga besar.

Fabregas Ubah Strategi untuk Matikan Pergerakan Matic
Fabregas mengatakan, dirinya menyadari ada kekeliruan dalam pendekatan taktik yang diterapkan pada babak pertama. Ia menilai kemampuan Matic mengendalikan permainan tidak boleh dibiarkan berkembang.
“Kami mengubah beberapa hal saat jeda pertandingan. Saya merasa telah meremehkan kualitas Matic, seperti yang saya lakukan musim lalu ketika kami kalah dari Sassuolo,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Hasil tersebut membuat Fabregas melakukan tiga pergantian pemain saat turun minum untuk memperbaiki permainan Como sekaligus menekan pengaruh Matic.
Menurut Fabregas, gelandang asal Serbia itu harus mendapatkan tekanan sepanjang pertandingan agar tidak leluasa mengatur tempo permainan.
“Matic harus terus ditekan sepanjang pertandingan. Kami tidak boleh membiarkannya bermain dengan leluasa. Setelah itu, kami mulai bermain lebih baik, sementara mereka kehilangan kepercayaan diri dan kendali permainan,” kata Fabregas.
Ia juga mengapresiasi respons para pemainnya setelah tampil kurang memuaskan pada babak pertama.
“Kami merasa ada sesuatu yang kurang pada babak pertama. Karena itu, saya sangat menyukai reaksi tim setelah jeda,” lanjutnya.
Momen Akrab Fabregas dan Matic Seusai Pertandingan
Hubungan baik Fabregas dan Matic kembali terlihat setelah peluit panjang dibunyikan. Keduanya sempat berjabat tangan dan berpelukan di lapangan.
Fabregas mengungkapkan, dirinya sempat meminta maaf kepada Matic karena secara khusus menginstruksikan para pemain Como untuk terus menekannya.
“Saya mengatakan kepadanya, maaf, tetapi kami memang harus menekanmu. Kalau tidak, kamu akan mengendalikan jalannya pertandingan,” tutur Fabregas.
Matic kemudian membalas dengan candaan yang mengingatkan mereka pada masa ketika bermain bersama di Chelsea.
“Dia menjawab, ‘Ingat, kamu memainkan sepak bola terbaikmu ketika bermain bersama saya!'” ujar Fabregas.
Keduanya pernah menjadi rekan setim di Chelsea. Pengalaman tersebut membuat Fabregas memahami kualitas Matic, yang dikenal memiliki kemampuan membaca permainan dan mengatur keseimbangan lini tengah.
Douvikas Kembali Jadi Penentu Kemenangan Como
Di tengah perubahan susunan pemain yang dilakukan Fabregas, Tasos Douvikas kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol ke gawang Sassuolo.
Fabregas bahkan tidak memainkan Nico Paz sepanjang pertandingan. Keputusan tersebut menjadi bagian dari rotasi pemain untuk menjaga kebugaran skuad di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan, Como harus mampu menemukan energi tambahan agar tetap kompetitif ketika menghadapi banyak pertandingan dalam waktu berdekatan.
“Kami tidak selalu bisa bermain dengan kecepatan penuh. Namun, jika ingin menjadi tim seperti yang kami cita-citakan, kami harus menemukan energi dari suatu tempat,” kata Fabregas.
Ia menambahkan, kepercayaan terhadap seluruh pemain menjadi salah satu kunci untuk menjaga performa tim.
“Hal itu hanya mungkin jika pelatih memercayai setiap anggota skuad. Pelatih harus tahu kapan melakukan pergantian dan memberikan kesempatan kepada semua pemain,” ujarnya.
Menurut Fabregas, perjalanan satu musim kompetisi menghadirkan banyak situasi yang harus dipelajari. Karena itu, ia menilai Como masih berada dalam proses pertumbuhan untuk menjadi tim yang lebih matang.
Como Bersiap Hadapi Torino
Setelah kemenangan atas Sassuolo, Como tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Mereka dijadwalkan menghadapi Torino dalam lanjutan Serie A pada Selasa malam, 27 Oktober 2026.
Fabregas menyoroti perbedaan waktu persiapan yang harus dihadapi timnya dibandingkan sejumlah lawan.
Ia menjelaskan, Sassuolo memiliki waktu delapan hari untuk mempersiapkan pertandingan melawan Como. Sementara itu, Como harus segera bersiap menghadapi Torino, yang menurut Fabregas memiliki keuntungan waktu istirahat tambahan setelah memainkan pertandingan sehari sebelumnya.
“Sassuolo memiliki delapan hari untuk mempersiapkan pertandingan ini. Sekarang kami harus menghadapi Torino, yang bermain kemarin dan memiliki tambahan waktu istirahat 24 jam,” ujar Fabregas.
“Perbedaan ini cukup besar musim ini, dan kami masih berusaha membiasakan diri dengannya,” tutupnya.
Kemenangan atas Sassuolo menjadi modal positif bagi Como. Namun, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan konsistensi di tengah jadwal Serie A yang semakin padat.

