TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mencatatkan pencapaian positif sejak tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Dalam waktu kurang dari sepekan, film garapan sutradara Rizal Mantovani tersebut berhasil meraih lebih dari 400 ribu penonton dan menjadi salah satu film yang paling banyak dibicarakan di bioskop saat ini.
Diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, film ini menunjukkan performa kuat sejak hari pertama penayangan. Berdasarkan data yang disampaikan pihak produksi, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah rata-rata meraih lebih dari 100 ribu penonton per hari. Film ini juga tercatat sebagai film Indonesia ke-10 yang berhasil mengumpulkan 100 ribu penonton pada hari pertama penayangan (opening day).
Tak hanya dari jumlah penonton, antusiasme publik juga terlihat dari bertambahnya jumlah layar dan jadwal pemutaran di berbagai bioskop. Menariknya, film ini turut memunculkan fenomena group booking atau pemesanan tiket secara berkelompok, menandakan adanya minat untuk menyaksikan film tersebut bersama-sama.

Menjangkau Beragam Penonton
Produser sekaligus penulis skenario Robert Ronny menilai respons positif penonton tidak terlepas dari cerita yang diangkat. Meski mengusung genre horor eksorsisme dengan latar agama Katolik, film ini dinilai membawa pesan yang dapat diterima oleh penonton dari berbagai latar belakang.
“Sejak awal kami percaya bahwa cerita yang dibawa film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah beresonansi dengan semua lapisan penonton. Meski latarnya adalah horor eksorsisme berlatar agama Katolik, tetapi pesan-pesan di film ini juga bisa berbicara ke seluruh kalangan,” ujar Robert Ronny.
Ia menyebut penonton dari kalangan Katolik maupun Muslim dapat menikmati film tersebut. Respons ini memperlihatkan bahwa tema spiritual yang menjadi fondasi cerita tidak hanya menarik bagi kelompok tertentu, tetapi juga dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Dari sisi produksi, film ini juga hadir dalam sejumlah format bioskop untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, termasuk IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Kehadiran berbagai format tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman horor yang lebih intens bagi penonton.
Kritikus dan pengamat film Yan Wijaya turut memberikan apresiasi terhadap kualitas produksinya. Ia menilai film tersebut memiliki standar produksi yang tinggi.
“Ini adalah film horor Indonesia yang memasuki standar produksi James Wan,” ujar Yan Wijaya.
Kisah Perjanjian Darah dan Pesugihan
Salah satu daya tarik Kuasa Gelap: Perjanjian Darah terletak pada tema perjanjian darah yang menjadi inti ceritanya. Aktor Lukman Sardi, yang memerankan Romo Rendra, mengatakan film ini mengangkat praktik yang dekat dengan cerita-cerita mistis di masyarakat Indonesia, yakni perjanjian demi memperoleh sesuatu yang diinginkan, seperti kekayaan.
Menurut Lukman, tema tersebut menjadi pembeda dari film pertamanya yang lebih berfokus pada okultisme.
“Kalau di film pertamanya masuk lewat jalur cerita okultisme, di film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa cerita tentang perjanjian darah, yakni suatu janji yang dilakukan agar bisa mendapatkan hal tertentu seperti kekayaan, semacam pesugihan,” kata Lukman.
Ia menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat kisah yang disebut terinspirasi dari kejadian nyata di Indonesia, termasuk praktik eksorsisme terkait perjanjian darah. Dalam cerita yang disajikan, praktik gelap itu digambarkan sebagai sesuatu yang dapat diwariskan lintas generasi dan membawa konsekuensi bagi keturunan pelakunya.
Tema tersebut menjadi salah satu elemen yang memperkuat nuansa horor film, sekaligus menghadirkan persoalan mengenai ambisi, kepercayaan, dan konsekuensi dari sebuah perjanjian.
AKTOR TERNAMA
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai Rizal Mantovani, dengan Robert Ronny dan Prima Taufik sebagai produser serta Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Skenario film ditulis oleh Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.
Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Selain Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, produksi film ini juga mendapat dukungan dari Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Dengan capaian lebih dari 400 ribu penonton dalam waktu kurang dari sepekan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menunjukkan besarnya minat penonton terhadap film horor lokal. Penambahan layar, meningkatnya jadwal pemutaran, serta munculnya tren menonton secara berkelompok menjadi indikator antusiasme publik terhadap film tersebut.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah saat ini tayang di bioskop-bioskop Indonesia, termasuk dalam format IMAX di XXI, 4DX di CGV, dan Magnify 8 di Cinepolis.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan @paragonpictures.id.

