BerandaNewsEsai & OpiniOBITUARI Tumsila (18 Agustus...

OBITUARI Tumsila (18 Agustus 1947 – 08 Oktober 2026) Selamat Jalan Si Kepala Emas PSMS Medan

OLEH: Nabil M. Salim

PSMS Medan dan sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Legenda hidup Ayam Kinantan, Tumsila, meninggal dunia pada Rabu, 08 Oktober 2026, pada usia 79 tahun. Almarhum berpulang setelah berjuang melawan sakit kanker prostat yang dideritanya.

Kepergian Tumsila menutup satu babak kejayaan sepak bola Medan di era 1960-an. Julukan “Si Kepala Emas” yang melekat padanya bukan tanpa alasan. Ia adalah predator kotak penalti yang haus gol, bernyali besar, dan terkenal dengan sundulan-sundulan mematikannya.

Karir Tumsila bermula dari Piala Soeratin 1967. Bersama PSMS Medan, ia meraih gelar juara bersama Persija Jakarta. Di usia 19 tahun, ia langsung dipromosikan ke tim senior PSMS Medan bersama tiga talenta muda lainnya yang kelak juga menjadi legenda: Ronny Paslah, Sarman Panggabean, dan Wibisono.

Baca Juga :   MENIT 89: SAAT PELATIH NYEPAK STRIKER TERBAIKNYA GOL BUNUH DIRI TERMAHAL DI ISTANA

Puncak kejayaannya bersama PSMS terjadi di tahun yang sama. PSMS Medan dipercaya mewakili Indonesia di ajang internasional Piala Aga Khan 1967 di Dhaka, Bangladesh.

Di bawah asuhan Ramli Yatim dan Jusuf Siregar, Tumsila menjadi pahlawan. Dua golnya di partai final mengantarkan PSMS menang 2-0 atas tuan rumah Mohammaden SC dan memboyong trofi bergengsi itu ke Medan.

Kehebatannya di depan gawang menarik perhatian Pangdam Bukit Barisan saat itu, Mayjen Sarwo Edhie Wibowo. Sang Jenderal lah yang memberinya julukan abadi “Si Kepala Emas” setelah menyaksikan langsung ketajamannya.

Penampilan konsisten itu mengantarkannya ke Tim Nasional Indonesia pada tahun 1968. Di bawah pelatih Endang Witarsa dan Ernest A. Mangindaan, Tumsila menjadi bagian dari generasi emas Timnas yang berhasil menjuarai dua turnamen internasional sekaligus: King’s Cup Thailand 1968 dan Merdeka Games Malaysia 1968. Ia bermain sebagai second striker, melengkapi trio legendaris Soetjipto Soentoro, Jacob Sihasaleh, dan Abdul Kadir.

Baca Juga :   PREDIKSI JURNALIS SEPAKBOLA SENIOR: INDONESIA 2 - 1 SINGAPURA

Salah satu kisah heroiknya adalah saat memperkuat Indonesia Pratama melawan klub Inggris, Stoke City. Dalam laga tersebut, Tumsila mencetak gol penyama kedudukan 1-1 setelah berduel udara dengan kiper legendaris Inggris, Pat Jennings.

Kini, Si Kepala Emas telah pergi. Namun gol-golnya, trofi yang ia bawa, dan kebanggaan yang ia berikan untuk Medan akan tetap abadi.

Selamat jalan, legenda. Jasamu akan selalu dikenang.

*Nabil M. Salim, Pengamat Sepakbola Tanah Air

WhatsApp Image 2026 08 11 at 10.48.38
Nabil m Salim

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Menanggapi isu yang beredar, Seskemenkop Ahmad Zabadi memberikan...

Maman Abdurrahman: Perpres Nomor 27 Tahun 2026 Memberikan Penegasan Mengenai Status Pengemudi Ojol Sebagai Mitra

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27...

Ferry Juliantono Resmikan Kantor Baru PP Masyarakat Ekonomi Syariah

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sekaligus Ketua Harian...

Liverpool Diklaim Siap Pecahkan Rekor Transfer Premier League untuk Kylian Mbappe

TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL - Liverpool dilaporkan kembali menghidupkan minat untuk mendatangkan bintang...

- A word from our sponsors -