BerandaNewsNasionalDINGIN SEPERTI ES! Penalti...

DINGIN SEPERTI ES! Penalti Ole Romeny Kunci Kemenangan 2-0, Sayap Baru Garuda Bakar Senayan

70 ribu di SUGBK menahan napas. Wasit menunjuk titik putih. Di menit ke-70, ketika Singapura mencoba bertahan, Tjong melakukan kesalahan fatal: handball. Maju satu nama — Ole Romeny. Tanpa drama, tanpa ancang-ancang berlebihan. Dingin. Kiri bawah. Iswan Madut terkecoh. 2-0. Senayan meledak.

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Malam ini Senayan menemukan pahlawan barunya di sisi kanan.

Laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Singapura yang digelar Jumat (25/9) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya tentang kemenangan. Ini tentang lahirnya kombinasi baru.

Babak pertama milik Romeny dan Luke Vickry. Kerja sama mereka di sayap kanan adalah jawaban atas kebuntuan berbulan-bulan. Romeny, yang bermain begitu cerdas menarik dua bek tengah Singapura, memberikan ruang untuk debutan Vickry. Vickry tidak menyia-nyiakan. Umpan mendatar kerasnya disambar Ragnar Oratmangoen. 1-0. Gol yang membuat John Herdman tersenyum di bench.

Baca Juga :   Masyarakat Kepulauan Nias Desak Kejaksaan Agung Republik Indonesia Bertindak Tegas Berantas Korupsi di Daerah

Singapura mencoba bangkit di babak kedua. Pelatih Gavin Lee memasukkan pemain belakang untuk mengunci pergerakan Vickry. Tapi ia lupa, Indonesia masih punya kartu truf: Nathan Tjoe-A-On yang masuk untuk mengatur tempo.

Dan puncaknya terjadi di menit ke-70.

Sebuah kemelut di kotak penalti Singapura. Bola umpan silang dari sisi kiri, pemain Singapura Tjong mencoba menghalau dengan tangan. Wasit tanpa ragu: handball! Penalti!

Semua mata tertuju pada satu orang. Ole Romeny.

Jika pemain lain mungkin gugup di depan 70 ribu pasang mata di Senayan, Romeny tidak. Wajahnya datar. Dingin. Ia menatap Iswan Madut, kiper Singapura yang melompat-lompat di garis gawang mencoba mengganggu konsentrasi.

Baca Juga :   Terikat Putusan MA, Penataan Sejumlah Bangunan Kota Tua Masih Tertahan

Peluit dibunyikan. Romeny berlari pendek. Kaki kanan mengarah ke sisi kiri gawang. Iswan Madut salah baca — ia melompat ke kanan.

Masuk. 2-0.

Itu adalah penalti seorang eksekutor kelas Eropa. Tanpa emosi. Hanya hasil.

Dengan skor 2-0 ini, Indonesia membalaskan dendam hasil imbang 1-1 di Piala AFF bulan lalu. Lebih dari itu, Indonesia mengirim pesan ke Grup A: sayap kanan kami sudah hidup, dan kami punya algojo dingin bernama Ole Romeny.

Dari Senayan, Tommy R.Aroef melaporkan — Garuda terbang tinggi malam ini.

Skor Akhir Sementara: Indonesia 2-0 Singapura (Gol: Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny)

PENULIS: Tommy R.Arief

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Guruh Soekarno Meninggal: Sang Maestro Budaya Guruh Soekarno Putra Berpulang, Tinggalkan Warisan Seni dan Budaya

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh penting di...

Guruh Soekarno Meninggal: Guruh Soekarnoputra – Ketika Seniman Terakhir dari Istana Berpulang

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Indonesia kehilangan warna paling artistik dari keluarga Soekarno. Pada...

Guruh Soekarno Meninggal: Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, Putra Bung Karno, Wafat pada Usia 73 Tahun

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Kabar duka datang dari keluarga besar Soekarno. Mohammad...

Satu Pelampung untuk Dua Nyawa di Laut Masalembo

OLEH: Nabil M Salim JIKA di Titanic ada pintu kayu untuk Rose...

- A word from our sponsors -