Laporan wartawan Terminalnews.id/Jef Sukapura
TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Pemerintah Kecamatan Cibungbulang bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Salat Istisqa dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Kantor Kecamatan Cibungbulang. Kegiatan tersebut diikuti Camat Cibungbulang Agung Surachman Ali beserta staf dan pegawai kecamatan, Kapolsek, Danramil, 15 kepala desa, serta masyarakat setempat.
Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam sebagai bentuk doa memohon hujan kepada Allah SWT. Pelaksanaan salat tersebut dilakukan menyusul kondisi kemarau yang dinilai semakin panjang dan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Camat Cibungbulang Agung Surachman Ali mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat berakhir.
Selain persoalan kekeringan, Agung juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga untuk mewaspadai dampak asap kebakaran yang terjadi sejak Senin (7/9/2026).
Warga Kampung Mangir, Kampung Moyan, dan Kampung Cisasak yang berada di wilayah RW 03, RW 04, dan RW 05 diminta segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan akibat paparan asap.

“Saya mengimbau kepada semua warga Desa Galuga di Kampung Moyan, Kampung Mangir, dan Kampung Cisasak yang bermukim di RW 03, RW 04, dan RW 05, yang rumahnya berdekatan dengan TPAS sampah Galuga yang terbakar, agar segera memeriksakan diri apabila merasakan gejala sesak napas, batuk, radang tenggorokan, maupun iritasi mata, agar cepat mendapat penanganan dari tim medis dan dokter,” kata Agung kepada TerminalNews.id, Selasa (15/9/2026).
Untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak, sejumlah posko kesehatan telah disiapkan, termasuk Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Moyan serta tiga posko kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Berdasarkan laporan di lapangan, sebanyak 98 warga telah mendapatkan penanganan dari tim posko kesehatan di Kampung Mangir karena mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, dua warga lainnya harus dirujuk ke RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah mengalami gangguan kesehatan berupa asma.
Sementara itu, Kepala Desa Galuga Endang Sujana menyampaikan, jumlah warga yang terdampak kebakaran di lokasi pembuangan sampah Galuga hingga Selasa (15/9/2026) mencapai ratusan kepala keluarga.
Namun, menurut Endang, bantuan baru disalurkan kepada 217 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut berupa paket sembako, obat-obatan, serta bantuan sosial dari Dinas Sosial Kabupaten dan Kota Bogor, termasuk bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Pemerintah Kecamatan Cibungbulang bersama pemerintah desa dan petugas terkait terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap.

