TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Laut Ancol menjadi saksi kiprah para pelayar Kepulauan Riau dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Series II Jakarta yang digelar pada 19–23 Agustus 2026. Tim Yanus Layar Kodaeral IV/Pengprov Porlasi Kepri tampil impresif dengan mengamankan lima medali, yakni tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.
Raihan tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga layar di Kepulauan Riau. Para atlet mampu menunjukkan konsistensi dan daya saing ketika berhadapan dengan pelayar dari berbagai daerah di Indonesia.
Tiga medali emas menjadi bagian paling menonjol dari capaian tim. Ahmad Zainuddin berhasil menjadi yang terbaik di kelas ILCA 7. Prestasi serupa dicatat Rizky Marvel yang merebut posisi pertama kelas ILCA 4 Putra, serta Luky Novriansyah yang keluar sebagai juara kelas ILCA 6 Putra.

Sementara itu, Muh Habibie menyumbangkan medali perak setelah finis di posisi kedua pada kelas Optimist Green Fleet. Satu medali perunggu melengkapi perolehan tim melalui penampilan Jalesveva Divo di kelas ILCA 6 Putra.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi di arena pertandingan merupakan hasil dari proses panjang. Latihan yang terukur, pendampingan, serta kekompakan antara atlet, pelatih, pembina dan official menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para pelayar menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Dalam Kejurnas Series II Jakarta, tim Yanus Layar Kodaeral IV/Pengprov Porlasi Kepri didukung Dandenintel Kodaeral IV Letkol Laut (P) I Wayan R, S.H., S.T., M.Tr.Opsla. sebagai pembina. Sementara Serka Nav Bobi Muhamad Hakim Sanjaya bertugas sebagai pelatih dan Bayu Fiendra sebagai official.
Bagi Kodaeral IV, perolehan lima medali tersebut bukan sekadar angka dalam daftar hasil pertandingan. Prestasi itu menjadi gambaran dari potensi atlet layar Kepri yang terus diasah agar mampu bersaing dan berprestasi di level yang lebih tinggi.

Apresiasi diberikan kepada para atlet, pelatih, pembina, official, serta seluruh pihak yang ikut mendukung perjuangan tim selama berada di arena pertandingan. Kerja keras mereka dinilai turut membawa nama Kodaeral IV dan Provinsi Kepulauan Riau ke panggung prestasi olahraga nasional.
Namun, keberhasilan di Ancol bukan akhir dari perjalanan. Hasil tersebut justru menjadi modal untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi berikutnya. Aspek teknik, fisik, kedisiplinan, hingga mental bertanding menjadi bagian yang perlu terus diperkuat.
Dari perairan Ancol, para pelayar Kepri pulang membawa lima medali sekaligus membawa optimisme baru bagi pembinaan olahraga layar di daerah. Tiga emas, satu perak, dan satu perunggu menjadi penanda bahwa talenta layar Kepulauan Riau masih memiliki ruang besar untuk terus melaju dan mengharumkan nama daerah di pentas nasional.

