BerandaNewsNasionalKementerian UMKM Dorong Transformasi...

Kementerian UMKM Dorong Transformasi Tata Kelola Lewat SAPA UMKM

TERMINALNEWS.ID, LOMBOK – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi tata kelola UMKM nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas, produktivitas, dan daya saing pelaku usaha melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah menghadirkan SAPA UMKM, sebuah platform ekosistem layanan UMKM terpadu nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah ke dalam satu akun dan satu platform.

“SAPA UMKM merupakan platform ekosistem layanan UMKM terpadu nasional yang mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah dalam satu akun dan satu platform,” ujar Loto saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) bertema Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :   Kapolri Cek Gladi Bersih Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wapres RI
81ae3576 23a2 48cf 9492 035962cc7349 scaled
Kementerian UMKM Dorong Transformasi Tata Kelola Lewat SAPA UMKM

Menurut Loto, kehadiran SAPA UMKM menjadi instrumen strategis bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi komoditas unggulan, memantau pelaksanaan program pembinaan, serta mengevaluasi perkembangan UMKM secara berkala berbasis data.

“Dengan terbukanya akses data ini, pemerintah daerah dapat memonitor perkembangan pelaku usaha di wilayahnya secara real time,” katanya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan data yang terintegrasi akan membantu pemerintah daerah menyusun program dan mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Selain itu, integrasi data juga mampu meminimalkan tumpang tindih program sehingga pembinaan UMKM di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat berjalan lebih efektif.

“Hal ini juga meminimalisir terjadinya tumpang tindih layanan, sehingga fokus pembinaan UMKM di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi jauh lebih kuat,” ujar Loto.

Baca Juga :   KAI: Penjualan Tiket Lebaran Capai Lebih dari 2,4 Juta

Dalam kesempatan tersebut, Loto juga menyampaikan perkembangan positif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Berdasarkan data per 5 Juli 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp152,8 triliun atau sekitar 52,4 persen dari total plafon yang tersedia, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2,4 juta debitur.

“Berdasarkan data per 5 Juli 2026, secara kualitas penyaluran KUR menunjukkan tren yang semakin baik. Realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp152,8 triliun atau sekitar 52,4 persen dari total plafon, yang didistribusikan kepada 2,4 juta debitur,” katanya.

9fe4cfe9 32c7 49f3 ae59 e8761efb6e56 scaled
Kementerian UMKM Dorong Transformasi Tata Kelola Lewat SAPA UMKM

Meski demikian, Loto menilai keterlibatan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penyaluran KUR masih perlu diperkuat. Ia menjelaskan, regulasi KUR telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan calon penerima potensial melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP). Namun hingga 24 Juni 2026, baru 21 dari 38 provinsi yang aktif mengunggah data calon debitur.

Baca Juga :   Wamen UMKM Ajak Pengusaha UMKM Banjarmasin Masuk Ekosistem Digital

Dari total 13.057 debitur yang diusulkan pemerintah daerah, sebanyak 4.053 debitur telah berhasil melakukan akad KUR, atau mencatatkan tingkat keberhasilan (success rate) sekitar 31 persen.

“Kami sangat berharap adanya peran yang lebih aktif dari seluruh pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan dan pengusulan UMKM yang layak memperoleh pembiayaan,” kata Loto.

Menurutnya, membangun UMKM yang tangguh tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan ekosistem yang kuat, terintegrasi, dan didukung kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Karena membangun UMKM yang tangguh membutuhkan ekosistem yang kuat dan terintegrasi, serta kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas,” ujar Loto.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

ALAM SEMESTA SUDAH MENULIS SKENARIO SPANYOL VS ARGENTINA

OLEH: Mbah Cocomeo 19 TAHUN lalu sebuah kamera menangkap momen receh: bayi...

Foto Masa Kecil Lamine Yamal dan Lionel Messi Kembali Jadi Sorotan Jelang Final Piala Dunia 2026

TERMINALNEWS.ID, NEW JERSEY – Menjelang partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan...

Ferry Juliantono Tegaskan Isu “Keberlanjutan” Faktor Penting Bagi Koperasi 

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi dan mendukung...

Randy Bintang Pertahankan Gelar, Jennifer Quinn Ukir Rekor di Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Randy A.M. Bintang menutup kiprahnya sebagai pegolf amatir...

- A word from our sponsors -

spot_img