OLEH: Tommy R Arief
LAGA PUNCAK Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Argentina dan Spanyol. Pertandingan final ini dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI.
Final ini diprediksi menjadi pertarungan sengit antara dua filosofi permainan yang berbeda. Di satu sisi ada Spanyol dengan skuad mudanya yang mengandalkan permainan cepat khas tiki-taka modern, sementara di sisi lain Argentina masih mengandalkan pengalaman dan kecerdasan Lionel Messi dalam memimpin tim.
Spanyol datang ke partai final dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk La Roja itu diperkuat talenta muda seperti Lamine Yamal yang tampil gemilang sepanjang turnamen. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Yamal menjadi motor serangan Spanyol dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan melewati lawan. Permainan kolektif, umpan-umpan pendek, serta pressing tinggi menjadi kekuatan utama pasukan Matador.
Sebaliknya, Argentina mengandalkan pengalaman sang kapten Lionel Messi. Meski tak lagi mengandalkan kecepatan seperti di masa mudanya, Messi tetap menjadi pembeda lewat visi bermain, kemampuan membaca ruang, serta umpan-umpan yang memanjakan rekan setim. Penampilannya saat menghadapi Inggris di babak sebelumnya kembali membuktikan kualitasnya dengan kontribusi gol dan assist yang membawa Albiceleste melaju ke final.
Laga ini pun dipandang sebagai pertarungan antara kecepatan melawan pengalaman, sistem permainan melawan kejeniusan individu, sekaligus generasi baru menghadapi legenda hidup sepak bola.
Spanyol diperkirakan akan lebih banyak menguasai bola. Namun, Argentina dikenal sangat efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama melalui serangan balik cepat yang berawal dari kreativitas Messi. Karena itu, hasil pertandingan diprediksi akan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Meski banyak prediksi bermunculan, hasil akhir tetap sulit ditebak. Dalam sepak bola, penguasaan bola tidak selalu menentukan kemenangan. Satu momen, satu umpan matang, atau satu kesalahan kecil bisa menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi juara dunia.
Adu Prediksi Suporter
Menjelang laga final, para pendukung kedua tim pun ramai menyampaikan prediksinya.
Ketua Umum Maluku Utara Bersatu (MUB), Oktofianus H. Sero atau yang akrab disapa Ongen, optimistis Spanyol akan keluar sebagai juara.
“La Roja kembali. Lamine Yamal di usia 18 tahun sudah mampu melewati tiga pemain bertahan sekaligus. Messi tetap legenda yang kami hormati, tetapi sekarang adalah era Spanyol. Argentina boleh menguasai bola, tetapi trofi akan menjadi milik kami. Prediksi saya 2-0 untuk Spanyol. Tiki-taka tidak akan bisa dihentikan,” ujarnya.
Menurut Ongen, Spanyol 2026 mengingatkannya pada kejayaan La Roja saat menjuarai Piala Dunia 2010, namun dengan kualitas permainan yang telah berkembang.
Sementara itu, dukungan untuk Argentina juga datang dari Ternate, Maluku Utara. Salah seorang pelajar asal Kampung Fitu, Rafa Al Gazali, yakin Albiceleste mampu mengatasi dominasi penguasaan bola Spanyol.
“Spanyol boleh menguasai bola sampai 70 persen. Argentina cukup 30 persen untuk mencetak dua gol. Itulah Argentina. Trofi akan pulang ke Buenos Aires,” katanya.
Apapun hasilnya nanti, final Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi pertandingan yang dinantikan jutaan pencinta sepak bola. Pengalaman Lionel Messi akan diuji oleh semangat dan energi generasi muda Spanyol. Siapa yang akan mengangkat trofi juara dunia? Jawabannya baru akan diketahui setelah peluit panjang dibunyikan wasit di MetLife Stadium.
*Tommy R Arief, wartawan senior Sepakbola



