TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Aktris Dinda Kirana mengungkapkan tantangan besar yang harus dihadapinya saat memerankan karakter Asti dalam sinetron Wajah Cinta Yang Lain.
Demi menghadirkan dua sosok dengan identitas yang berbeda, Dinda menjalani proses transformasi panjang menggunakan prostetik dan tata rias khusus.
Persiapan tersebut tidak berjalan mulus. Dinda mengaku sempat mengalami breakout cukup parah di wajahnya sehingga proses syuting harus ditunda hingga kondisinya membaik. Pada awalnya, tim produksi bahkan sempat mempertimbangkan untuk mencari pemeran lain agar karakter dengan penampilan berbeda dapat diperankan oleh orang lain.
Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, produksi memutuskan Dinda tetap memerankan kedua karakter dengan bantuan prostetik.
“Prosesnya panjang banget. Setelah wajahku membaik, baru dilakukan pencetakan prostetik, termasuk gigi, pemilihan kacamata, hingga penataan rambut,” ungkap Dinda.
Hasil transformasi tersebut rupanya begitu meyakinkan hingga banyak orang mengira dirinya menjalani operasi plastik.
Dinda menegaskan perubahan bentuk hidung dan wajah yang terlihat di layar sepenuhnya berasal dari prostetik serta teknik tata rias yang dirancang sedetail mungkin agar tampak alami.
Tak hanya dituntut tampil berbeda secara visual, Dinda juga harus menjalani adegan fisik yang menguras tenaga. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat melakukan syuting di tengah hujan pada dini hari.
Dalam adegan tersebut, ia harus berbaring di atas tanah saat tubuhnya sudah kedinginan akibat hujan deras. Untuk kebutuhan pengambilan gambar, kru bahkan masih menyiramkan air agar suasana adegan terlihat lebih dramatis.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dinda mengaku bangga dapat terlibat dalam sinetron yang mengangkat kisah penuh konflik tentang identitas, balas dendam, dan misteri.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim produksi yang dinilainya bekerja keras menjaga kualitas cerita maupun detail visual agar mampu dinikmati penonton.
Dinda turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan terhadap setiap karakter yang diperankannya.
Menurutnya, antusiasme penonton menjadi penyemangat untuk terus memberikan penampilan terbaik di setiap proyek.
Melalui karakter Asti, Dinda berharap penonton, terutama perempuan yang pernah mengalami cobaan hidup, dapat mengambil pesan tentang ketangguhan dan semangat untuk bangkit.
“Kalau memang pernah merasakan luka yang besar, jangan lupa berterima kasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan dan tidak menyerah. Mungkin ceritanya tidak sama seperti Asti, tetapi saya yakin banyak perempuan di luar sana yang tetap kuat meski pernah hancur,” jelas Dinda.


