TERMINALNEWS.ID, DALLAS – Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko akan mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, seluruh perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan berasal dari negara yang sama, yakni Argentina.
Prancis melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar. Pertandingan tersebut berlangsung sengit dan diwarnai sejumlah pelanggaran keras dari para pemain Paraguay terhadap para pemain Prancis, termasuk kapten sekaligus bintang mereka, Kylian Mbappé.
Sementara itu, Maroko memastikan tiket ke perempat final usai menyingkirkan Belanda melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.
Pertemuan Prancis dan Maroko kali ini sekaligus menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Prancis menang 2-0 sebelum akhirnya kalah dari Argentina melalui adu penalti pada laga final.
FIFA menunjuk wasit asal Argentina, Facundo Tello, sebagai pengadil utama pertandingan Prancis kontra Maroko.
Ia akan didampingi dua asisten wasit, Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade. Posisi ofisial keempat diisi oleh Dario Herrera, sedangkan asisten wasit cadangan dipercayakan kepada Cristian Navarro.
Penunjukan lima ofisial dari satu negara ini menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia, meski FIFA sebelumnya memang kerap menugaskan wasit dan asisten dari negara yang sama dalam satu pertandingan.

Sebagai contoh, laga Inggris melawan Meksiko di babak 16 besar dipimpin oleh tiga wasit asal Australia, sementara ofisial keempat dan asisten cadangan berasal dari Maroko. Pada pertandingan Argentina melawan Mesir, FIFA juga menunjuk tiga ofisial asal Prancis, ditambah dua petugas di ruang VAR.
Keputusan FIFA terkait penunjukan wasit untuk laga Prancis melawan Maroko diumumkan pada Senin, sebelum pertandingan Argentina kontra Mesir. Sementara itu, susunan petugas VAR untuk pertandingan tersebut belum diumumkan.
Usai kekalahan Mesir dari Argentina, penyerang Mostafa Ziko mengkritik kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier.
Menurut Ziko, keputusan wasit dinilai tidak adil dan merugikan timnya. Ia bahkan menuding sejak awal pertandingan sang pengadil tidak menginginkan Mesir meraih kemenangan.
Siapa yang Akan Memimpin Final?
FIFA belum menentukan siapa yang akan menjadi wasit final Piala Dunia 2026. Penunjukan baru dilakukan setelah dua tim finalis dipastikan, mengingat seorang wasit tidak diperbolehkan memimpin pertandingan yang melibatkan negaranya sendiri.
Salah satu kandidat adalah wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, yang juga memimpin final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis. Kandidat lainnya adalah wasit Belanda, Danny Makkelie, setelah tim nasional Belanda tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko.
Selain itu, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengirimkan 12 wasit ke Piala Dunia, termasuk wasit Brasil Raphael Claus.
Nama Claus sempat menjadi sorotan setelah keputusannya mengeluarkan kartu merah kepada penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina usai meninjau VAR.
Keputusan tersebut memicu kontroversi hingga mendapat komentar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Claus sebagai sosok yang “patut dicurigai”. Trump juga dikabarkan menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan terhadap sanksi tersebut.
Menanggapi polemik itu, Kepala Departemen Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Raphael Claus merupakan salah satu wasit profesional terbaik di dunia.
Menurut Collina, Claus telah menunjukkan standar profesionalisme dan integritas yang tinggi sepanjang kariernya. FIFA pun tetap memberikan kepercayaan penuh kepada wasit yang juga bertugas pada Piala Dunia 2022 tersebut.


