BOYSUN,UZBEKISTAN,TERMINALNEWS.ID — Grup musik akulturasi religi asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, memukau ribuan penonton saat tampil di panggung International Folklore Festival Boysun Bukhori yang digelar di Distrik Boysun, wilayah Surkhandarya, Uzbekistan.
Festival tersebut menghadirkan peserta dari berbagai negara pada Sabtu (2/5). Dalam kesempatan itu, Ki Ageng Ganjur membawakan lagu Jawa legendaris, Caping Gunung, dengan dua aransemen berbeda.
Versi pertama ditampilkan dalam gaya langgam yang lembut dan mendayu, menghadirkan suasana hening yang menyelimuti arena pertunjukan. Vokalis Chris Verani membuka penampilan dengan bowo (pembuka) yang mengalun syahdu, membuat penonton terdiam menikmati setiap nada.
Memasuki bagian kedua, irama berubah menjadi gaya Sragenan yang lebih dinamis. Perubahan tempo ini langsung menghidupkan suasana, dengan tepuk tangan dan gerak tari penonton yang ikut larut dalam energi musik yang dibawakan.
Penampilan Ki Ageng Ganjur semakin semarak dengan kehadiran penari latar, Eci, yang menginterpretasikan syair lagu melalui gerakan tari yang ekspresif.
Keunikan pertunjukan juga terlihat dari penggunaan gamelan sebagai instrumen utama. Alat musik tradisional ini menarik perhatian peserta lain, yang umumnya menggunakan instrumen perkusi, petik, dan tiup, sehingga menghadirkan warna berbeda di panggung festival internasional tersebut.
Tak hanya itu, dalam agenda makan malam yang menjadi bagian dari festival, Ki Ageng Ganjur juga membawakan lagu Maumere. Dalam suasana yang lebih santai, para tamu diajak menari bersama, dipandu oleh Aci, menciptakan momen kebersamaan lintas budaya yang hangat dan meriah.
Penampilan ini menjadi bukti kuat bagaimana musik tradisional Indonesia mampu menembus panggung dunia, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.|Foto : Istimewa


